Ketua Forum Alumni Jogjakarta: Manuver Jokowi Cederai Konstitusi
Rabu, 08 November 2023 - 13:13 WIB
loading...
Forum Alumni Mahasiswa Jogjakarta (FAMAJA) menyebut banyak para pecinta serta pendukung Presiden Jokowi mulai berpaling dan kecewa. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Forum Alumni Mahasiswa Jogjakarta (FAMAJA) Song Taro Song menyebut banyak para pecinta serta pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai berpaling dan kecewa. Hal itu setelah beberapa manuver yang dilakukan Jokowi jelang Pilpres 2024.
"Terakhir dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang syarat batas minimum usia calon presiden dan wakil presiden. Di mana putusan ini memuluskan langkah putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang belum cukup umur jadi cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2024," kata Song, Rabu (8/11/2023).
Baca juga: Anwar Usman Paman Gibran Dinilai Tak Layak Jadi Hakim Konstitusi, Ini Alasannya
"Sementara kita tahu Ketua MK Anwar Usman merupakan paman dari Gibran. Ini jelas sudah mencederai konstitusi di negeri ini," sambung Song.
Dia menuturkan, langkah-langkah Jokowi diduga ikut dalam memuluskan pencawapresan Gibran jelas sudah tidak on the track. Bahkan media asing menyoroti langkah Jokowi ini dianggap telah mematikan demokrasi di Tanah Air. "Kita menyesalkan hal ini semua bisa terjadi. Jelas manuver Jokowi ini merupakan jalan telikung untuk mematikan demokrasi di negeri ini," tuturnya.
"Terakhir dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang syarat batas minimum usia calon presiden dan wakil presiden. Di mana putusan ini memuluskan langkah putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang belum cukup umur jadi cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2024," kata Song, Rabu (8/11/2023).
Baca juga: Anwar Usman Paman Gibran Dinilai Tak Layak Jadi Hakim Konstitusi, Ini Alasannya
"Sementara kita tahu Ketua MK Anwar Usman merupakan paman dari Gibran. Ini jelas sudah mencederai konstitusi di negeri ini," sambung Song.
Dia menuturkan, langkah-langkah Jokowi diduga ikut dalam memuluskan pencawapresan Gibran jelas sudah tidak on the track. Bahkan media asing menyoroti langkah Jokowi ini dianggap telah mematikan demokrasi di Tanah Air. "Kita menyesalkan hal ini semua bisa terjadi. Jelas manuver Jokowi ini merupakan jalan telikung untuk mematikan demokrasi di negeri ini," tuturnya.
Lihat Juga :