Membaca Mentalitas Hakim Konstitusi Kita

Sabtu, 04 November 2023 - 12:54 WIB
loading...
A A A
Ancaman ini harus tergambar nyata di dalam dunia mental dan imajinasi seseorang sehingga sistem berpikirnya terkondisikan dalam mode pengaturan primitif untuk kepentingan survivalitas: dia harus tetap bertahan dan melangsungkan kehidupannya dengan aman dan nyaman. Apakah ini salah? Tentu saja tidak.

Tidak ada yang salah dalam kamus mempertahankan kehidupan. Peperangan (perkelahian) sekali pun harus ditempuh untuk alasan ini. Ini prinsip utama dalam hukum evolusi Darwin, "survival of the fittest", hewan harus beradaptasi terhadap semua stimulus eksternalnya, termasuk di dalamnya hewan yang bernama manusia.

Lantas ancaman apa yang tergambar secara imajinatif dalam dunia mental hakim konstitusi-Ketua MK-Anwar Usman sehingga ia nekat mengambil keputusan kontroversial dan menghadapi penghakiman publik secara terbuka?

Apakah benar semua risiko tersebut diambil semata-mata untuk menyelamatkan kehidupan politik dinasti Presiden Jokowi sebagaimana yang diasumsikan oleh banyak kalangan? Kalau pun benar keputusan tersebut diambil demi menyelamatkan kehidupan politik dinasi Presiden Jokowi, lantas apakah hal itu bisa disalahkan secara etik?

Padahal kita tahu Bersama bahwa dunia mental manusia memang dirancang secara alamiah dan otonom untuk menghindari rasa sakit dan penderitaan yang disebabkan oleh marabahaya yang bisa merusak dirinya dan keluarga terdekatnya? Artinya, siapa pun dia, ketika diperhadapkan pada situasi yang mengancam dan dapat mengakhiri keberlangsungan hidupnya dan anak-anaknya, secara alamiah akan melakukan hal yang sama.

Seperti itulah dalil evolusi dan hukum besi dunia mental manusia. Termasuk di dalamnya dunia mental hakim konstitusi Anwar usman.

Walahualam bishawab…
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Tak Ada Batasan Anggota...
Tak Ada Batasan Anggota Polri Duduki Jabatan Sipil, Wamenkum Persilakan Gugat ke MK
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
MK Gelar Wisuda Purnabakti...
MK Gelar Wisuda Purnabakti Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Konstitusi Baru
Pengalaman Panjang Arsul...
Pengalaman Panjang Arsul Sani, Dari Aktivis hingga Hakim MK
Buntut Polemik Ijazah...
Buntut Polemik Ijazah Jokowi, UU Pemilu Resmi Digugat ke MK
Rekomendasi
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Alasan RI Gabung BRICS,...
Alasan RI Gabung BRICS, Prabowo: Kita Mau Berada di Mana-mana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved