Forkonas PP DOB Ingatkan Pembentukan Daerah Otonomi Baru Amanat Reformasi

Selasa, 31 Oktober 2023 - 12:21 WIB
loading...
Forkonas PP DOB Ingatkan...
Ketua Umum Forkonas PP DOB Syaiful Huda. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Forum Koordinasi Nasional Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (Forkonas PP DOB) akan menggelar Rapat Koornasi Nasional (Rakornas) di Jakarta, Rabu (1/11/2023). Salah satu agendanya adalah memastikan percepatan pembentukan daerah otonomi baru menjadi komitmen kerja pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) yang berkompetisi di Pilpres 2024.

"Pembentukan daerah otonomi baru merupakan salah satu amanat reformasi. Sayangnya pemerintah masih setengah hati, sehingga dalam 12 tahun terakhir pembentukan daerah otonomi baru masih terhitung dengan jari. Kami berharap siapapun capres-cawapres yang terpilih mengarap isu pembentukan daerah otonomi baru secara serius," kata Ketua Umum Forkonas PP DOB Syaiful Huda di Jakarta, Selasa (31/10/2023).

Huda mengatakan, Rakornas PP DOB akan diikuti sedikitnya 500 peserta yang terdiri dari pengurus di level pusat, wilayah, hingga cabang di kabupaten/kota. Mereka akan hadir secara fisik. "Selain itu kegiatan ini juga diikuti oleh pengurus dan anggota Forkonas PP DOB melalui online," katanya.



Rakornas PP DOB digelar untuk mengingatkan pemerintah dan masyarakat akan arti penting daerah otonomi baru bagi kesejahteraan rakyat. Hal ini penting karena saat ini pemerintahan Jokowi-KH Ma'ruf Amin, seolah menutup pintu pembentukan daerah otonomi baru melalui moratorium tak berkesudahan. Dalam 9 tahun terakhir, pemerintahan Jokowi-Ma’ruf hanya memfasilitasi pembentukan tidak lebih dari enam wilayah.

"Padahal ada lebih dari 300 wilayah yang saat ini tercatat diajukan oleh kelompok masyarakat sebagai daerah otonomi baru," katanya.

Huda tak menampik ada daerah hasil pemekaran yang menjadi beban dari pemerintah pusat. Kendati demikian hal itu seharusnya tidak menjadi alasan penangguhan tak berkesudahan daerah otonomi baru.

"Kami menilai harusnya pemerintah memperbaiki mekanisme pembentukan dengan menerapkan syarat ketat termasuk kajian objektif berbasis data terkait kesiapan suatu wilayah menjadi daerah otonomi baru. Bukan menutup pintu dengan alasan moratorium, karena secara objektif memang ada wilayah-wilayah yang harus dimekarkan," katanya.

Ke depan, kata Huda, kajian pembentukan daerah otonomi baru harus menjadi concern siapapun yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. Maka dia menghimbau agar aktivis pembentukan daerah otonomi baru mencermati visi, misi, dan program kerja yang ditawarkan oleh kandidat presiden dan wakil presiden terkait pembentukan daerah otonomi baru.

"Forkonas PP DOB pasti akan memberikan dukungan kepada kandidat yang menawarkan program pembentukan DOB dalam visi, misi, dan program kerja mereka," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Munas, Forkonas...
Gelar Munas, Forkonas DOB Lanjutkan Perjuangan Pemekaran Wilayah
BSKDN Dorong Percepatan...
BSKDN Dorong Percepatan Pembangunan di 4 Daerah Otonomi Baru Papua
Forkonas PP DOB Dukung...
Forkonas PP DOB Dukung Capres-Cawapres Pro Pemekaran Wilayah
Kemendagri Kawal Percepatan...
Kemendagri Kawal Percepatan Pembangunan di Wilayah Papua
DOB Papua Dinilai Bagian...
DOB Papua Dinilai Bagian Percepatan Pembangunan dan Pangkas Kesenjangan
DOB Dianggap Beri Dampak...
DOB Dianggap Beri Dampak Positif bagi Kesejahteraan Masyarakat Papua
Wapres Letakkan Batu...
Wapres Letakkan Batu Pertama Lokasi Pusat Pemerintahan Papua Tengah
Jokowi: Pemekaran di...
Jokowi: Pemekaran di Papua untuk Percepatan Pelayanan dan Pembangunan
Menko Polhukam, Kapolri,...
Menko Polhukam, Kapolri, Panglima TNI, hingga Menkeu Akan Berkantor di Papua
Rekomendasi
Saksikan Program Spesial...
Saksikan Program Spesial Lebaran di iNews! Laporan Langsung Salat Idul Fitri, Spesial Report Lebaran dan OMG, Mulai 31 Maret Pukul 04.15 WIB
Dituduh Hindari Pajak,...
Dituduh Hindari Pajak, India Denda Samsung
2 Gempa Bumi Dahsyat...
2 Gempa Bumi Dahsyat Guncang Myanmar dan Thailand
Berita Terkini
Kapolri Prediksi Puncak...
Kapolri Prediksi Puncak Arus Mudik Terjadi Malam Ini sampai Subuh
14 menit yang lalu
Koordinator Aksi Fitnah...
Koordinator Aksi Fitnah Menteri Agama Minta Maaf, Akui Aksinya Tidak Benar
52 menit yang lalu
Minta Masyarakat Tak...
Minta Masyarakat Tak Percaya Oknum yang Janjikan Masuk Polisi, Sahroni: 100% Fix Penipuan
59 menit yang lalu
Rekayasa One Way Pangkas...
Rekayasa One Way Pangkas Waktu Tempuh Jakarta-Jateng Jadi 5 Jam 12 Menit
1 jam yang lalu
Dua Peride Pengawas...
Dua Peride Pengawas Sekolah Masih Wacana
1 jam yang lalu
38 Pati Polri Naik Pangkat,...
38 Pati Polri Naik Pangkat, di Antaranya 4 Kapolda dan 2 Wakapolda
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Calon Pemimpin...
5 Negara Calon Pemimpin Baru NATO, Salah Satunya Turki
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved