Lindungi Buruh dan Petani Tembakau, Ganjar Pranowo Akan Atur Impor dan Cukai Rokok
Sabtu, 14 Oktober 2023 - 07:33 WIB
loading...
Bacapres Ganjar Pranowo, menyapa ribuan buruh linting di pabrik rokok Grandel Malang, Jawa Timur. Foto/MPI/achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Bakal calon presiden (bacapres) yang didukung Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Ganjar Pranowo, menyapa ribuan buruh linting di pabrik rokok Grandel Malang, Jawa Timur, Jumat, 13 Oktober 2023.
Di sana, Ganjar juga bertemu dengan sejumlah pengusaha rokok yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Rokok Malang (Gaperoma). Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu pun merasa senang bisa menyapa para buruh dan pengusaha rokok. Apalagi, dirinya mendapat aspirasi agar perusahaan rokok lokal dapat bertahan.
Dari aspirasi yang diterima, Ganjar pun tergugah akan mengatur mekanisme cukai dan impor tembakau jika terpilih jadi Presiden RI. Dengan pengaturan itu, nasib para petani tembakau, pabrikan higga ribuan buruh rokok linting bisa terjamin.
Baca juga: Cara Ganjar Pranowo Tangani Isu Kesehatan Mental di Anak Muda
Menurut Ganjar, negara butuh terlibat untuk mempertahankan industri rokok linting yang telah ada sejak Indonesia belum merdeka. Meskipun, regulasi yang tidak mudah karena persaingan global dan banyak kepentingan yang terlibat, harus ada keberpihakan di sana.
Di sana, Ganjar juga bertemu dengan sejumlah pengusaha rokok yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Rokok Malang (Gaperoma). Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu pun merasa senang bisa menyapa para buruh dan pengusaha rokok. Apalagi, dirinya mendapat aspirasi agar perusahaan rokok lokal dapat bertahan.
Dari aspirasi yang diterima, Ganjar pun tergugah akan mengatur mekanisme cukai dan impor tembakau jika terpilih jadi Presiden RI. Dengan pengaturan itu, nasib para petani tembakau, pabrikan higga ribuan buruh rokok linting bisa terjamin.
Baca juga: Cara Ganjar Pranowo Tangani Isu Kesehatan Mental di Anak Muda
Menurut Ganjar, negara butuh terlibat untuk mempertahankan industri rokok linting yang telah ada sejak Indonesia belum merdeka. Meskipun, regulasi yang tidak mudah karena persaingan global dan banyak kepentingan yang terlibat, harus ada keberpihakan di sana.
Lihat Juga :