Potensi Krisis Pangan Dunia, Pemerintah Diminta Tambah Anggaran Pangan

Kamis, 30 April 2020 - 08:25 WIB
loading...
Potensi Krisis Pangan...
Foto: dok/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - DPR mendesak pemerintah menambah anggaran pangan. Hal ini sejalan dengan peringatan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang menyatakan bahwa pandemi Covid-19 berpotensi menyebabkan krisis pangan dunia.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Hasan Aminuddin mengatakan, anggaran tambahan pangan bisa didapatkan dari refocussing atau realokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). “Hingga kini masih ada dana realokasi anggaran yang masih tersisa di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang belum terdistribusikan,” katanya di Jakarta kemarin.

Hasan mengusulkan agar dana tersebut diberikan kepada Perum Bulog supaya digunakan untuk membeli hasil bumi dari petani maupun nelayan. Pembelian gabah/beras maupun ikan hasil tangkapan nelayan yang dilakukan Bulog harus dengan harga yang menguntungkan petani/nelayan.

Selanjutnya, beras tersebut disimpan di gudang-gudang Bulog, sedangkan untuk ikan hasil tangkapan nelayan tersebut bisa disimpan di cold storage milik dinas perikanan di berbagai daerah. Setelah beras maupun ikan dikuasai pemerintah melalui Bulog, selanjutnya bahan pangan tersebut dijual ke masyarakat dengan harga murah. “Kalau perlu pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET),” desak anggota Dewan dari Dapil Jatim II ini.

Itu merupakan cara pemerintah memberikan insentif kepada petani maupun nelayan. Dengan demikian, para petani maupun nelayan akan lebih bekerja keras untuk bertani maupun mencari ikan. Di sisi lain, pemerintah juga memberikan subsidi kepada masyarakat yang membeli beras maupun ikan hasil tangkapan nelayan tersebut. “Karena mereka membeli dengan harga yang murah,” katanya.

Manfaat lainnya, akan terjadi perputaran uang di masyarakat perdesaan maupun di daerah pesisir. Dampak lanjutannya, di perdesaan maupun di daerah pesisir yang selama ini merupakan daerah marginal, perekonomiannya akan menggeliat.

“Dalam situasi seperti ini pemerintah harus hadir tatkala perut rakyat lapar. Namun, kehadiran pemerintah ini tidak dalam bentuk uang, tapi dalam bentuk barang hasil bumi, barang yang dihasilkan petani maupun nelayan,” ucap Hasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Jelang Armuzna, DPR...
Jelang Armuzna, DPR Ingatkan Pemerintah soal Layanan Konsumsi dan Transportasi
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Rekomendasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Makin Ketat, Ini Kriteria yang Dicari Para Juri
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Berita Terkini
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Infografis
Harga Pangan Global...
Harga Pangan Global Terus Naik, Kelaparan Ancam Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved