Kurasi Ajang Prestasi: Prinsip Keadilan dan Keberpihakan

Senin, 02 Oktober 2023 - 13:08 WIB
loading...
Kurasi Ajang Prestasi:...
Hendarman - Analis Kebijakan Ahli Utama pada Kemendikbudristek/ Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan. Foto/Dok Pribadi
A A A
Hendarman
Analis Kebijakan Ahli Utama pada Kemendikbudristek,Dosen Pascasarjana Universitas Pakuan

Pemerintah tidak akan mungkin mampu melaksanakan berbagai ajang prestasi bagi peserta didik untuk tiga bidang yang diamanahkan Disain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN). Ketiga bidang tersebut yaitu riset dan inovasi, seni budaya, dan olahraga.

Mengapa dikatakan Pemerintah tidak mampu? Karena banyak sekali variasi lomba atau ajang prestasi yang dapat diselenggarakan. Masing-masing tentu akan berimplikasi kepada penganggaran. Yang selama ini diselenggarakan Pemerintah terutama melalui kementerian yang mengurusi pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi masih relatif terbatas. Yang selama ini dlakukan dan sudah dikenal masyarakat seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Indonesia), Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), dan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI).

Pertanyaannya, apabila komunitas maupun pemangku kepentingan lainnya menyelenggarakan ajang atau lomba prestasi apakah dapat diakui? Apakah hanya ajang atau lomba prestasi yang diselenggarakan kementerian atau lembaga yang dapat dipertimbangkan dalam fasilitasi karier peserta didik termasuk mendaftar untuk beasiswa dan penerimaan peserta didik baru?

Target Talenta
Indeks Persaingan Talenta Global (Global Talent Competitiveness Index) tahun 2022 menunjukkan Indonesia berada pada peringkat 86 dari 136 negara. Capaian ini turun 6 peringkat dibandingkan pada tahun 2021. Teridentifikasi baru sebanyak 217 ribu talenta yang dimiliki apabila tergantung kepada hasil ajang atau lomba prestasi yang diselenggarakan kementerian yang mengurusi pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.

Hasil ajang atau lomba tersebut baru mencapai 0,42 persen dari total jumlah peserta didik yaitu 52 juta orang. Target minimal yang seyogianya dicapai adalah sebesar 1 persen dari jumlah peserta didik yang setara dengan 500 ribu peserta didik. Data ini menunjukkan tantangan yang cukup besar serta strategi yang harus dilakukan untuk pencapaian target tersebut.

Dengan fakta dan bukti angka di atas maka kelihatannya menjadi tidak mudah untuk mencapai harapan yang disampaikan Presiden Jokowi pada pidato terpilih di Sentul, Bogor 2019. Dalam bagian pidato tersebut terkait Manajemen Talenta Nasional (MTN), disampaikan beliau bahwa Pemerintah akan melakukan identifikasi, fasilitasi serta mendukung pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia. Juga, akan mengelola talenta-talenta yang hebat, yang bisa membawa negara ini bersaing global.

Kurasi Ajang Prestasi
Salah satu strategi untuk menyegerakan mencapai target yang telah ditetapkan, adalah dengan memberikan pengakuan terhadap ajang atau lomba prestasi yang telah diinisiasi berbagai lembaga penyelenggara. Lembaga tersebut dapat berasal dari komunitas, satuan pendidikan atau juga dinas-dinas yang ada pada tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Yang perlu diingat adalah bahwa penyelenggaraan ajang dan lomba prestasi sesungguhnya bukan menjadi monopoli pihak kementerian tertentu.

Bagaimana memberikan pengakuan terhadap ajang atau lomba yang diselenggarakan pihak selain Pemerintah? Apabila sampai tidak diberikan pengakuan maka nisa saja muncul pandangan bahwa Pemerintah tidak mengedapankan prinsip keadilan dan keberpihakan. Artinya, bahwa ada ketidaksamaan perlakuan terhadap ajang atau lomba prestasi. Padahal target ajang atau lomba yang diselenggarakan masyarakat tersebut sama-sama peserta didik yang ada di berbagai wilayah.

Pemberian pengakuan tersebut sesungguhnya merupakan bagian dari kerangka implementasi manajemen talenta. Pengakuan ini menjadi penting agar keinginan untuk mewujudkan talenta yang unggul akan menjadi proses sinergi dan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Perlu disadari bahwa negara yang maju adalah yang salah satunya ditandai oleh adanya partisipasi masyarakat.

Ajang yang dilakukan masyarakat dan komunitas tersebut harus memeroleh pengakuan atau rekognisi melalui yang biasanya dikenal sebagai proses kurasi. Hasil kurasi sekaligus sebagai pengukuran standar kualitas penyelenggaraan ajang dan standar prestasi peserta didik yang mengikuti ajang atau lomba. Hasil kurasi juga dapat menjawab bahwa ajang yang diselenggarakan bukan semata-mata mengejar keuntungan atau bukan ajang yang sifatnya “abal-abal”.

Menarik bahwa kementerian yang mengurusi pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi telah mengembangkan aplikasi kurasi untuk kebutuhan penghargaan ajang atau lomba secara adil dan berpihak. Aplikasi tersebut dapat diakses pada https://kurasi-pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ekonomi Digital dan...
Ekonomi Digital dan Pendidikan: Peluang Besar atau Ancaman Baru?
Pendidikan di Antara...
Pendidikan di Antara Keinginan Pasar dan Janji Kesejahteraan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Isu Hankam hingga Pendidikan Dibahas
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Rekomendasi
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Berita Terkini
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved