Pendidikan yang Terus Berganti di Tengah Jalan

Jum'at, 02 Mei 2025 - 08:13 WIB
loading...
Pendidikan yang Terus...
Adjat Wiratma. Foto/Istimewa
A A A
Dr. Adjat Wiratma, MPd
Doktor Manajemen Pendidikan, Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Panca Sakti Bekasi

TEMUAN ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Buleleng, Bali yang tidak bisa membaca dengan lancar adalah satu dari banyaknya kenyataan di Republik ini bahwa pendidikan kita masih dijalankan ala kadarnya. Ketika itu terjadi, pertanyaan yang muncul adalah siapa yang disalahkan?

Saat mutu pendidikan buruk, paling mudah untuk menjawab pertanyaan itu adalah menunjuk guru yang bertugas dan berkewajiban menjalankan pengajaran. Guru kita secara kompetensi memang masih banyak yang harus ditingkatkan. Kalaupun demikian, sudahkan bangsa ini memiliki kemauan untuk memajukan guru, atau mereka hanya dibuat sibuk untuk menyukseskan program-program tahunan yang berganti tiap pemerintahan.

Pembangunan guru belum dilakukan secara serius, mulai dari hulu hingga hilir. Padahal, pengakuan atas jasa guru dalam mendidik dan mencerdaskan bangsa tak cukup hanya diucap. Peningkatan kesejahteraan guru, baik melalui sertifikasi, pelatihan, maupun kondisi kerja yang layak, merupakan hal yang penting yang harus dipenuhi negara untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Guru perlu terus-menerus ditingkatkan kompetensinya, termasuk dalam menghadapi tantangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, tidak cukup diminta dalam imbauan untuk belajar sehari dalam sepekan.

Ironisnya, pengelola pendidikan kerap asyik dengan pemikirannya sendiri, seolah kebijakan yang dibuat telah dan akan menjadi yang terbaik bagi citra pendidikan. Bahkan, ganti menteri ganti kebijakan jadi hal yang lumrah, seperti itulah pendidikan kita hari ini. Walau wajahnya selalu muram. Mengutip temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait skor Survei Penilaian Integritas (SPI) pendidikan 2024 yang hanya 69,50 persen. Salah satu indikator yang menjadi penilaian dalam surveyi itu adalah kejujuran akademik. Tercatat 78 persen siswa sekolah dan 98 persen mahasiswa di kampus nyontek. Kemudian praktik gratifikasi di sektor pendidikan dinilai wajar, setidaknya hasil survei itu tidak menunjukan pendidikan ini mampu melahirkan karakter Pancasila.

Gonta-ganti Kebijakan


Dalam satu dasawarsa, pada masa dua kepemimpinan presiden, beragam kebijakan digulirkan silih berganti. Ujian dalam penyelenggaraan pendidikan pernah bangsa ini alami saat Pandemi Covid-19 melanda. Gagapnya pemangku kebijakan dalam menjawab tantangan di masa itu, telah berdampak pada perjalanan pendidikan baik dari sisi kuantitas dan juga mutunya hingga hari ini. Di saat pendidikan kita tidak sepenuhnya pulih, pemerintah memilih opsi ganda dalam penjalankan pendidikan, seperti pengajaran tanpa evaluasi yang pasti dan penerapan kurikulum alternatif yang pelaksanaannya parsial. Saat tahap sosialisasi kebijakan belum sampai ke tingkat bawah, kini prioritas telah berubah.

Sebut saja program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang disusun memasuki 2025 ini, yakni redistribusi guru ASN ke sekolah swasta, Pembaharuan sistem pengelolaan kinerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah, lalu transformasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), penguuatan karakter melalui tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), pelajaran coding dan kecerdasan buatan, serta sistem evaluasi tes kemampuan akdemik (TKA). Penyusunan prioritas itu pun seolah hal mengubur program-program sebelumnya yang pada periode terdahulu digadang-gadang sebagai unggul.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tindak Lanjut Perpres...
Tindak Lanjut Perpres 111/2025, Kemenag Siapkan Materi Pendidikan Cegah Penyebaran LGBTQ
Sekolah Garuda, Asa...
Sekolah Garuda, Asa bagi Anak Cerdas Kurang Mampu Raih Masa Depan
Sambut Harlah ke-28,...
Sambut Harlah ke-28, PKB Fasilitasi Beasiswa Jejak Nusantara untuk Siswa Arus Kualan
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Cetak Generasi Berkarakter,...
Cetak Generasi Berkarakter, PHG Dirikan Sekolah Dian Harapan di Bandung
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Berita Terkini
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved