Latihan Gabungan Militer dan Diplomasi Pertahanan

Senin, 18 September 2023 - 05:18 WIB
loading...
A A A
Arah kerja sama pertahanan demikian diwujudkan dengan menyediakan bantuan kepada negara lain dengan tujuan mengimbangi atau menggentarkan musuh, mengelola perluasan pengaruh, dan mendukung rezim yang bersahabat dalam menekan lawan politik domestik, atau memposisikan kepentingan komersial.

Pasca-perang dingin, pemahaman diplomasi pertahanan mengalami pergeseran. Kerja sama pertahanan dilakukan untuk memenuhi tujuan kebijakan luar negeri dan keamanan yang lebih luas seperti membangun hubungan yang lebih kooperatif dengan bekas musuh atau musuh potensial (strategic engagement), mempromosikan kontrol sipil demokratis untuk mendukungdemokrasiliberal dan good governance, dan untuk mendukung mitra mengembangkan kapasitasnya agar dapat berkontribusi dalam operasipeace keepingdanpeace enforcement.

Bagaimanakan persepsi Indonesia tentang diplomasi pertahanan? Buku Putih Pertahanan Indonesia yang dirilis pada 2015 menyebutkan, prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan pertahanan negara Indonesia selalu mendorong terciptanya perdamaian, keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan dalam pergaulan dunia melalui politik luar negeri yang bebas aktif disertai prinsip menjaga kemurnian sebagai negara nonblok. Prinsip ini berlandas pada UUD 1945 yang menjadi basis hukum bernegara negeri ini.

baca juga: Super Garuda Shield Momentum Asah Fisik dan Skill Bahasa Prajurit TNI

Adapun dalam implementasi pertahanan negara, Indonesia menjunjung tinggi asas demokrasi yang mengutamakan kesetaraan dan kebersamaan. Hal ini dilakukan dalam menyelesaikan suatu masalah melalui kesepakatan bersama, sebagai bagian dari diplomasi pertahanan, dengan berpedoman pada upaya untuk memperbesar persamaan dan memperkecil perbedaan dalam rangka meredam konflik. Indonesia berkomitmen untuk hidup berdampingan secara damai dan menghormati kedaulatan masing-masing negara.

Dipaparkan pula, Indonesia berpandangan bahwa negara tetangga adalah sahabat yang memiliki komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan di kawasan. Membangun kesamaan pandangan sangat diperlukan dalam hubungan internasional, baik bilateral maupun multilateral.

Di sisi lain, Indonesia mengedepankan prinsip cinta damai, tetapi lebih cinta kemerdekaan. Karena itulah, perang merupakan jalan terakhir apabila usaha-usaha diplomasi mengalami jalan buntu serta dilaksanakan dalam rangka melawan kekuatan negara lain yang secara nyata mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan bangsa Indonesia.

Untuk mewujudkan prinsip-prinsip di atas, Indonesia menjalin kerja sama pertahanan dengan negara-negara lain, baik secara bilateral maupun multilateral yang mengacu pada kebijakan politik luar negeri yang bebas aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara kepulauan sekaligus negara maritim. Kerja sama juga dimaksudkan untuk membangun kepercayaan (confidence building measures). membangun kapasitas (capacity building), mewujudkan perdamaian dunia, pendidikan dan pelatihan, serta upaya-upaya diplomasi melalui dialog pertahanan strategis, dialog keamanan, dan lainnya.

Buku Putih Pertahanan juga menyebutkan, kerjasama pertahanan diselenggarakan untuk membangun sikap saling percaya antarnegara dengan prinsip saling menghormati kedaulatan negara lain, tidak mencampuri urusan dalam negeri, saling menguntungkan, sekaligus sebagai instrumen dalam mencegah konflik antarnegara. Kerja sama pertahanan juga bertujuan membangun kapasitas pertahanan bagi peningkatan profesionalisme prajurit TNI melalui bidang pendidikan, latihan, dan kerja sama industri pertahanan.

Dipaparkan pula, kerja sama internasional dikembangkan sebagai salah satu instrumen diplomasi pertahanan dalam mewujudkan kepentingan nasional di bidang pertahanan yang akan diefektifkan melalui langkah-langkah konkret dan saling menguntungkan. Sejalan dengan itu, kerja sama internasional di bidang pertahanan merupakan salah satu jembatan untuk mewujudkan stabilitas keamanan kawasan.

Perkembangan Kerja Sama

Bila ditelusuri, diplomasi pertahanan yang dilakukan Indonesia dilakukan dalam berbagai level kerja sama, mulai dari bilateral, regional hingga mulitaleral. Arah diplomasih pertahanan juga diarah untuk berbagai bentuk kepentingan, confidence building measures, strategic engagement, peace keepingdanpeace enforcement, hingga capacity building. Satu-satunya arah diplomasi yang tidak dilakukan adalah untuk tujuan perimbangan kekuatan atau aliansi pertahanan karena Indonesia adalah negara non-blok.

baca juga: Super Garuda Shield 2023, TNI AL Pimpin Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Kategori confidence building measures misalnya, Indonesia melakukan diplomasi pertahanan dengan Malaysia yang pernah berkonflik Ganyang Malaysia. Sejak ditandatanganinya perjanjian kerja sama keamanan di wilayah pertahanan pada 1972, kedua negara melakukan kerja sama pertahanan sekaligus non-pertahanan. Di antara bentuk kerja sama pertahanan yang dilakukan adalah General Border Committee Malaysia-Indonesia (GBC Malindo).

Selain dengan Malaysia, kerja sama bilateral di bidang pertahanan juga dilakukan dengan Brunei Darussalam, Filipina, Laos, Myanmar, Kamboja, Thailand, Vietnam, dan Singapura. Dengan Singapura kerja sama pertahanan dilakukan dalam konteks operasional Flight Information Region (FIR) yang diteken sejak 21 September 1995. Perjanjian strategis lain terkait Military Training Area (MTA) yang memberikan Singapura akses latihan di ruang laut dan udara Indonesia, yakni di Laut Natuna dan sekitarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Indonesia-Prancis Bakal...
Indonesia-Prancis Bakal Latihan Militer Gabungan Misi Pegasus pada September 2026
TNI Ikut Atasi Begal,...
TNI Ikut Atasi Begal, DPR: Harus Terukur dan Punya Dasar Hukum yang Jelas
Usia Pensiun Polisi...
Usia Pensiun Polisi Ditambah Jadi 60 Tahun, Menkum: Seperti TNI, Jaksa, hingga PNS
Taklimat di Seskoad,...
Taklimat di Seskoad, Prabowo Berpesan TNI Harus Adaptif Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Bersejarah, Prabowo...
Bersejarah, Prabowo Jadi Presiden Pertama Beri Arahan ke Perwira TNI-Polri di Seskoad
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
Rekomendasi
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved