Internal Hanura Terbelah Sikapi Hak Angket KPK

Selasa, 02 Mei 2017 - 14:48 WIB
Internal Hanura Terbelah...
Internal Hanura Terbelah Sikapi Hak Angket KPK
A A A
JAKARTA - Anggota DPD Adrianus Garu angkat bicara soal pengguliran hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disetujui di sidang paripurna DPR ke-22, pada Jumat 28 April 2017 lalu.

Adrianus menilai, lahirnya hak angket KPK merupakan cermin bobroknya kinerja DPR yang tidak mendukung pemberantasan korupsi di Tanah Air. Dia mengaku khawatir, KPK akan dilemahkan melalui pengguliran hak angket ini.

"DPR harusnya jangan intervensi. Malah DPR sendiri yang biarkan korupsi dan arogansi kekuasaan meraja," kata Adrianus melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (2/5/2017).

Pria yang juga politikus Partai Hanura ini kembali menegaskan, hak angket hanya produk nafsu para wakil rakyat yang mengatasnamakan rakyat. Untuk itu Adrianus berharap, agar rakyat bisa cerdas memilih wakilnya di pemilu mendatang.

(Baca juga: Angket Soal KPK Tak Didukung Penuh Anggota Dewan)


Lebih lanjut senator asal NTT ini mengimbau masyarakat, untuk berdiri di belakang KPK. Masyarakat kata Adrianus, mendukung kerja pemberantasan korupsi oleh lembaga pimpinan Agus Rahardjo tersebut. "KPK jangan mau dilemahkan. Ada rakyat di belakang," jelasnya.

Usut punya usut, pendapat senator yang juga politikus Hanura ini bertentangan dengan sikap Fraksi Hanura di DPR yang justru mendukung digulirkannya hak angket KPK.

Sekretaris Fraksi Hanura, Dadang Rusdiana mengatakan, penggunaan hak angket untuk membongkar dugaan adanya anggota DPR yang mengancam Miryam S Haryani terkait kesaksiannya di kasus korupsi e-KTP.

"Hanura tidak akan melindungi yang bersalah atau bahkan memuluskan balik KPK," kata Dadang melalui pesan singkat.
(maf)
Berita Terkait
Lebih Mudah Kroscek,...
Lebih Mudah Kroscek, Komisi II DPR Usul Vaksinasi Pakai E-KTP
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Lewat Sebuah Buku, Desmond...
Lewat Sebuah Buku, Desmond Mahesa Ungkap Seluk-Beluk tentang DPR
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved