Transfer Teknologi bagi Kemandirian Pertahanan

Senin, 11 September 2023 - 13:00 WIB
loading...
A A A
Berdasarkan existing condition saat ini, maka pembelian 12 Mirage bekas merupakan langkah paling realistis untuk mengisi celah kekuatan pertahanan udara Indonesia dalam lima tahun berikutnya. Meskipun bekas, penggunaan kemampuan teknologi Mirage yang mendekati generasi baru tentunya sangat bermanfaat sebagai transisi menuju penggunaan pesawat tempur Rafale.

Dapat dikatakan bahwa pembelian 12 unit Mirage ini bukan hanya penting bagi pemenuhan Kebutuhan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF) yang ditargetkan mencapai 100 persen pada akhir 2024. Kepentingan yang lebih utama justru untuk memenuhi target Kebutuhan Pokok Pertahanan (Defensive Essential Force) secara menyeluruh demi kedaulatan bangsa.

Untuk itu, upaya Kementerian Pertahanan RI dalam memenuhi kebutuhan operasional matra udara ini sangat berguna sebagai pengganti sementara pesawat tempur Rafale yang kedatangannya masih sekitar lima tahun ke depan. Apalagi, kecanggihan teknologi tempur Mirage ini juga mengarah pada kecanggihan Rafale karena sama-sama diproduksi oleh pabrik Dassault Aviation.

Pemenuhan kebutuhan operasional ini sangat diperlukan dalam menopang minimnya ketersediaan matra udara. Pesawat tempur yang ada saat ini mayoritas sudah berusia tua dan membutuhkan perbaikan.

Ditambah dengan pesawat F5-E Tiger dan A4-Sky Hawk yang sudah pensiun. Berdasarkan minimnya jumlah dan kemampuan alutsista matra udara, maka pencapaian kekuatan udara adalah yang terendah di antara ketiga matra.

Kehadiran Mirage melalui kecanggihan teknologinya mampu menjawab kekhawatiran terhadap kegunaan pembelian pesawat tempur bekas. Mirage penting untuk mengisi kekosongan sementara waktu selama masa penantian kedatangan Rafale yang diperkirakan paling cepat baru datang sekitar tiga tahun ke depan. Dan jika ditotal dengan jangka waktu persiapan operasional penggunaannya, bahkan masih membutuhkan waktu sekitar lima tahun.

Pada masa tunggu inilah Mirage 2000-5 merupakan alutsista udara paling potensial dalam membangun kekuatan penangkal sementara (interim deterrent) untuk menggetarkan lawan. Nilai plus lainnya adalah jam terbangnya yang masih rendah, sehingga Mirage dari Qatar ini diprediksi masih bisa digunakan untuk 15 hingga 20 tahun mendatang.

Pentingnya Transfer Teknologi
Terdapat dua hal penting terkait pembelian Rafale dan F-15. Pertama, term pembayarannya terhadap tagihan sekitar Rp300 triliun diharapkan berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan baru bagi perekonomian domestik. Kedua, kontrak perjanjian transfer teknologinya harus diimplementasikan dengan benar agar menguntungkan Indonesia.

Meski mulanya membutuhkan banyak pengeluaran untuk mengimport alutsista, transfer teknologi penting bagi kebutuhan produksi alutsista domestik, memperluas pasar, dan menjadi produsen utama di kawasan. Jika ingin memiliki kemandirian pertahanan berkelanjutan, Indonesia harus memastikan transfer teknologinya dalam setiap kontrak pembelian alutsista, baik itu untuk alutsista baru maupun bekas.

Keharusannya perlu ditegaskan melalui klausul khusus dalam setiap dokumen kontrak pembelian dan kerjasama guna mengukuhkan legitimasinya serta memastikan bahwa teknologi yang ditransfer memang sudah teruji.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
Dunia Semakin Tidak...
Dunia Semakin Tidak Aman, Belanja Militer Global Cetak Rekor Tembus Rp50.280 Triliun
Rekomendasi
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Hiburan di Mobil Makin...
Hiburan di Mobil Makin Mudah, Konten Vertikal Jadi Pilihan Baru Penonton
Naik 81%, Laba PTPN...
Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
Berita Terkini
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026 Kategori Media dan Hiburan
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved