ASEAN Benteng Stabilitas Indo-Pasifik

Senin, 11 September 2023 - 07:38 WIB
loading...
A A A
Indikator masuknya intervensi asing ke Asia Tenggara juga ditandai dengan berdirinya Five Power Defense Arrangement (FPDA) pada 1971 yang di dalamnya melibatkan Malaysia, Singapura, Selandia Baru, dan Inggris. Selain AS, Sovyet, Inggris, China juga tak luput menancapkan pengaruhnya di kawasan ini, terutama di beberapa negara Indo-China.

Walapun kehadiran kekuatan global sudah sangat kuat di kawasan Asia Tenggara, sejak berdirinya ASEAN hampir tidak ada catatan konflik yang melibatkan internal anggota dan intervensi negara eksternal ke dalamnya. ASEAN pun mencatatkan diri sebagai kawasaan paling stabil, bahkan menjadi katalis bagi perdamaian.

baca juga: Tumbuh Bersama Negara ASEAN

Pengakuan peran ASEAN yang demikian disampaikan langsung Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antoni Guterres saat menyampaikan konferensi pers tentang ASEAN-UN Summit, di sela-sela KTT ASEAN pekan kemarin. “ASEAN telah menjadi faktor penting bagi persatuan dunia yang terbagi, karena kita memerlukan hal-hal tersebut lebih dari sebelumnya di dunia yang semakin multipolar,” demikian disampaikan Guterres.

Stabilitas terjaga di ASEAN tentu berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota. Sejumlah kalangan pun memprediksi ASEAN akan menjadi pusat pertumbuhan dunia. Modal kekuatan ini sudah dimiliki ASEAN dengan PDB-nya yang mencapai USD3,34 triliun pada 2021 lalu, dan menjadi kawasan ekonomi terbesar ke-5 dunia. Belum lagi dukungan populasi di kawasan yang mencapai 650 juta jiwa.

Bagaimana stabilitas itu terwujud dan pelan tapi pasti ASEAN meraih kesejahteraan seperti dicitakan? Kondisi tersebut tidak terlepas dari Deklarasi Perbara atau Deklarasi Bangkok yang menjadi landasan kesepakatan berdirinya ASEAN.

Deklarasi yang ditandatangani ketua delegasi lima negara pendiri -Menlu Indonesia Adam Malik, Wakil PM Malaysia Tun Abdul Razak, Menlu Filipina Narcisco Ramos, Menlu Singapura S Rajaratnam, dan Menlu Thailand Thanat Khoman- memberi kerangka bahwa ASEAN mempunyai tanggung jawab untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan sosial, menjamin adanya perdamaian dan laju pembangunan nasional serta memastikan adanya stabilitas keamanan dari campur tangan luar dengan segala bentuk manifestasinya.

ASEAN juga mengadopsi sejumlah prinsip yang menjadi fondasi hubungan antar-negara ASEAN seperti tertuang dalamTreaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC). Prinsip dimaksud secara garis besar meliputi saling menghormati kedaulatan, menjauhkan dari campur eksternal, tidak saling mencampuri urusan internal negara anggota, menyelesaikan perselihan secara damai, serta menolak penggunaan ancaman dan kekerasan.

Dalam perkembangannya, ASEAN tidak sebatas inward looking, tapi juga outward looking dengan memperluas peran mentransmisikan stabilitas yang dicapai pada skala lebih luas, termasuk di Indo-Pasifik. Peran ini ditegaskan dalam ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP)yang diarahkan untuk menjaga perdamaian, keamanan, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.

Untuk diketahui, Indo-Pasifik merupakan salah satu wilayah bio-geografis maritim dunia. Kawasannya meliputi perairan tropika di Samudera Hindia, Samudera Pasifik bagian barat dan tengah, serta laut-laut pedalaman di wilayah Indonesia dan Filipina.

baca juga: Penanggulangan Kejahatan Siber di ASEAN

Seperti dipaparkan dalam laman Kemlu.go.id, outlook yang diperkenalkan pada KTT ASEAN di Bangkok pada 2019 ini mengedepankan pendekatan dialog dan kerja sama yang terbuka dan inklusif di bidang yang menjadi prioritas ASEAN. Prioritas dimaksud meliputi maritim, ekonomi, konektivitas, dan pencapaian target sustainable development goals (SDGs). Melalui AOIP ini, ASEAN ingin menempatkan dirinya sebagai centrum dari arsitektur kawasan Indo-Pasifik.

Pada KTT Ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Presiden Jokowi menegaskan posisi Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023akanmemperkuat ASEAN agar mampu menghadapi tantangan, tanggap terhadap dinamika, dan tetap memegang peran sentral di kawasan Indo-Pasifik. Dengan semakin besarnya rivalitas di Indo-Pasifik, para pemimpin ASEAN bersepakat implementasi AOIP semakin penting dengan menggunakan paradigma kerja sama, inklusif, dan konkret.

Disebutkan pula, tiga prinsip utama AOIP -centrality, inclusivity, dan complementarity- akan terus disuarakan. Sentralitas ASEAN sangat dibutuhkan di tengah dinamika pergeseran geopolitik dan geostrategis di kawasan Indo-Pasifik. AOIP membuka dialog dan kerja sama dengan semua negara tanpa terkecuali. Outlook ini juga mengedepankan sinergi di tengah berbagai perbedaan konsep Indo-Pasifik dan ditujukan untuk memperkuat mekanisme yang sudah ada dalam menghadapi tantangan regional dan global.

Pegang Teguh Cita-cita ASEAN
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UPI YAI dan Shinawatra...
UPI YAI dan Shinawatra University Thailand Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Mobil Maung Dibawa ke...
Mobil Maung Dibawa ke KTT ASEAN di Filipina, Seskab: Jadi Simbol Diplomasi Indonesia
Prabowo Dorong Penyelesaian...
Prabowo Dorong Penyelesaian Damai Thailand-Kamboja di KTT ASEAN
Momen Prabowo Kenakan...
Momen Prabowo Kenakan Barong Motif Batik saat Gala Dinner KTT ke-48 ASEAN
Maung Presiden Prabowo...
'Maung' Presiden Prabowo Curi Perhatian Delegasi ASEAN dan Warga Filipina
Prabowo Dorong Pemimpin...
Prabowo Dorong Pemimpin ASEAN Bersatu Tegakkan Hukum Internasional
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Daftar 11 Pemimpin ASEAN...
Daftar 11 Pemimpin ASEAN yang Paling Sering Bepergian ke Luar Negeri, Prabowo Nomor Satu
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama CEO Who Killed My Father di V+Short, Misi Jurnalis Bongkar Kejahatan CEO Berkuasa
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Berita Terkini
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Infografis
AS Khawatir Kapalnya...
AS Khawatir Kapalnya di Pasifik Ditenggelamkan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved