alexametrics

Jaga Kedaulatan, Satgas Yonif 125/Simbisa Gelar Patroli Patok Batas RI-PNG

loading...
Jaga Kedaulatan, Satgas Yonif 125/Simbisa Gelar Patroli Patok Batas RI-PNG
Prajurit TNI Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa melaksanakan Patroli Patok di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Foto/Puspen TNI
A+ A-
MERAUKE - Prajurit TNI Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa melaksanakan Patroli Patok di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Patroli Patok dipimpin langsung Danpos Bim Letda Inf Winston bersama dengan 9 anggotanya.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengatakan, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) memiliki tugas pokok menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan keamanan di wilayah perbatasan RI-PNG. Menurut Dansatgas, salah satu tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) adalah mengamankan wilayah perbatasan yang diimplementasikan di antaranya dengan melaksanakan Patroli Patok.

”Ada 62 patok yang menjadi tanggung jawab Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, yang terdiri dari 17 Patok MM, 5 Patok type A dan 40 Patok type B,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Sabtu (31/7/2020).(Baca juga: TNI Berhasil Temukan Patok Batas Indonesia-Papua Nugini)

Salah satu di antaranya Patok Monumen Meridian (MM) 11.4 yang berada di Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua, yang merupakan tanggung jawab dari Pos Bim. Jarak tempuh dari Pos menuju Patok MM. kurang lebih 18 km, namun dibutuhkan waktu empat sampai dengan lima hari perjalanan pulang pergi. ”Tujuan dilaksanakannya Patroli Patok adalah untuk mengetahui dan memastikan kondisi Patok Batas Negara tidak bergeser ataupun rusak. Karena hal ini menyangkut tentang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya. (Baca juga: Pasukan TNI Berhasil Selamatkan Warga AS dari Penyanderaan di Kongo)



Jaga Kedaulatan, Satgas Yonif 125/Simbisa Gelar Patroli Patok Batas RI-PNG


Letkol Inf Anjuanda Pardosi menambahkan, untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan Patroli Patok ini dibutuhkan kondisi fisik yang prima dan mental yang kuat karena medan yang dilalui lumayan berat dan bervariasi seperti melintasi sungai, menyusuri rawa-rawa maupun menerobos hutan bambu yang cukup lebat. Selain itu, seluruh prajurit Satgas juga harus memiliki kemampuan bernavigasi sehingga Patroli Patok dapat dilaksanakan dengan baik, efektif dan efesien.



“Bagi Prajurit TNI, mengemban tugas operasi termasuk pengamanan perbatasan adalah suatu kehormatan. Dengan demikian Prajurit Satgas Yonif 125/Simbisa berkomitmen penuh akan mengabdikan seluruh jiwa raganya demi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.
(cip)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak