Peran Polwan dalam Pelaksanaan Tugas Operasional dan Pembinaan
Jum'at, 01 September 2023 - 18:26 WIB
loading...
A
A
A
Integritas mencerminkan konsistensi tindakan terhadap kode etik lembaga. Kode etik merupakan pola aturan, tata cara, tanda, pedoman dalam melakukan suatu kegiatan yang berlandaskan pada komitmen moral.
Kualitas integritas polwan tidak hanya dinilai dari konsistensi terhadap kode etik saja. Namun juga dinilai dari aspek-aspek lain yakni berani bertanggung jawab merupakan parameter bahwa polwan memiliki kapasitas dan keberanian terhadap segala konsekuensi yang akan terjadi.
Indikator lainnya adalah moralitas. Polwan sebagai penyandang profesi polisi, harus paham benar bahwa moralitas memimiliki keterkaitan erat dengan konteks penggunaan kekuasaan secara legal.
Polwan dituntut memiliki derajat moralitas yang standarnya harus lebih tinggi di antara profesi lainnya. Ketika moralitas hilang, sama maknanya dengan hilangnya harapan masyarakat untuk mendapatkan keamanan, ketertiban dan keadilan.
Parameter lainnya adalah profesionalisme yang dapat dimaknai ketika polwan mengerti apa yang seharusnya menjadi tugas mereka dan kinerja yang ditunjukkan menghasilkan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat.
Peran Polwan dan Tantangan
Polwan adalah profesi yang bisa bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara. Karena itu, polwan dituntut untuk mengelola diri sendiri demi sebuah perubahan sehingga bisa berperan secara maksimal.
Polwan bisa memberikan kontribusi yang lebih untuk organisasi Polri dengan meningkatkan kompetensi dan pengalaman. Selain itu, mengembangkan kemampuan leadersip, personal kompetensi dan multi tasking, sehingga polwan diharapkan bisa mengambil peran lebih banyak dalam mengantarkan tugas-tugas dalam organisasi Polri.
Mengubah organisasi harus mulai dari diri sendiri dan polwan harus melakukan itu dengan tidak membatasi dirinya sendiri. Polwan harus memiliki kapabilitas karena tantangan dari segala lini akan dihadapi perempuan dalam level nasional.
Keberhasilan Polri juga merupakan kontribusi polwan dalam mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat. Peran polwan dalam bidang operasional maupun bidang pembinaan ikut menentukan citra Polri di tengah masyarakat dan diharapkan hal tersebut merupakan bentuk sinergi dan wujud soliditas profesionalisme dengan berpegang teguh Tribrata sebagai pedoman hidup dan Catur Prasetya sebagai pedoman kerja.
Keberadaan perempuan dalam suatu organisasi adalah suatu kebutuhan, bukan sekadar respons atas isu kesetaraan gender. Sosok polwan pada insitusi Polri kini menjadi semakin penting. Bahkan keberadaan polwan dianggap menjadi penyempurna tugas pelayanan Polri kepada masyarakat.
Bagaimana tidak, ada banyak peran polwan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai salah satu tugas pokok utama polisi. Sosoknya yang lembut dan keibuan membuat polwan menjadi penyejuk dalam segala situasi.
Globalisasi yang didukung kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan dan mempengaruhi pola berpikir, perilaku, dan tuntutan masyarakat. Sebagai aparat yang berkewajiban melindungi, melayani dan menegakkan hukum untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, polwan harus memiliki kemampuan yang mumpuni, baik secara organisasi, SDM, standar operasi maupun dukungan sarana prasarana.
Polwan memiliki kepekaan gender yang lebih baik dalam meningkatkan respons terhadap kejahatan berbasis seksual dan gender yang semakin meningkat. Polwan memiliki peranan sangat penting di dalam menjaga kamtibmas. Terlebih adanya segmen-segmen tugas yang harus dilakukan Polwan, yang mungkin tidak bisa diakukan polisi pria.
Karena itu, Polwan harus mempunyai pengetahuan, kemampuan, keterampilan, yang tak kalah dengan polisi laki-laki. Di era digital polwan selalu meningkatkan digital skills dengan memanfaatkan penggunaan media digital harus jadi prioritas polwan.
Polwan perlu membangun kualitas integritas, moralitas dan profesionalisme di internal Polri merupakan keniscayaan sebagai landasan dalam membangun kepercayaan dan kemitraan dengan masyarakat.
Pendekatan-pendekatan yang efektif saat melaksanakan tugas operasional dengan memberi kesan bahwa keberadaan polisi ada di tengah masyarakat akan membawa rasa aman bagi masyarakat selain memunculkan kedekatan antara kepolisian dengan masyarakat yang mana bisa dijalankan dengan memanfaatkan sarana atau platform sosial.
Polwan perlu selalu up to date dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, memiliki orientasi meningkatkan kapasitas dan kompetensi personal dalam rangka memelihara kamtibmas, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Kualitas integritas polwan tidak hanya dinilai dari konsistensi terhadap kode etik saja. Namun juga dinilai dari aspek-aspek lain yakni berani bertanggung jawab merupakan parameter bahwa polwan memiliki kapasitas dan keberanian terhadap segala konsekuensi yang akan terjadi.
Indikator lainnya adalah moralitas. Polwan sebagai penyandang profesi polisi, harus paham benar bahwa moralitas memimiliki keterkaitan erat dengan konteks penggunaan kekuasaan secara legal.
Polwan dituntut memiliki derajat moralitas yang standarnya harus lebih tinggi di antara profesi lainnya. Ketika moralitas hilang, sama maknanya dengan hilangnya harapan masyarakat untuk mendapatkan keamanan, ketertiban dan keadilan.
Parameter lainnya adalah profesionalisme yang dapat dimaknai ketika polwan mengerti apa yang seharusnya menjadi tugas mereka dan kinerja yang ditunjukkan menghasilkan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat.
Peran Polwan dan Tantangan
Polwan adalah profesi yang bisa bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara. Karena itu, polwan dituntut untuk mengelola diri sendiri demi sebuah perubahan sehingga bisa berperan secara maksimal.
Polwan bisa memberikan kontribusi yang lebih untuk organisasi Polri dengan meningkatkan kompetensi dan pengalaman. Selain itu, mengembangkan kemampuan leadersip, personal kompetensi dan multi tasking, sehingga polwan diharapkan bisa mengambil peran lebih banyak dalam mengantarkan tugas-tugas dalam organisasi Polri.
Mengubah organisasi harus mulai dari diri sendiri dan polwan harus melakukan itu dengan tidak membatasi dirinya sendiri. Polwan harus memiliki kapabilitas karena tantangan dari segala lini akan dihadapi perempuan dalam level nasional.
Keberhasilan Polri juga merupakan kontribusi polwan dalam mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat. Peran polwan dalam bidang operasional maupun bidang pembinaan ikut menentukan citra Polri di tengah masyarakat dan diharapkan hal tersebut merupakan bentuk sinergi dan wujud soliditas profesionalisme dengan berpegang teguh Tribrata sebagai pedoman hidup dan Catur Prasetya sebagai pedoman kerja.
Keberadaan perempuan dalam suatu organisasi adalah suatu kebutuhan, bukan sekadar respons atas isu kesetaraan gender. Sosok polwan pada insitusi Polri kini menjadi semakin penting. Bahkan keberadaan polwan dianggap menjadi penyempurna tugas pelayanan Polri kepada masyarakat.
Bagaimana tidak, ada banyak peran polwan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai salah satu tugas pokok utama polisi. Sosoknya yang lembut dan keibuan membuat polwan menjadi penyejuk dalam segala situasi.
Globalisasi yang didukung kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan dan mempengaruhi pola berpikir, perilaku, dan tuntutan masyarakat. Sebagai aparat yang berkewajiban melindungi, melayani dan menegakkan hukum untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, polwan harus memiliki kemampuan yang mumpuni, baik secara organisasi, SDM, standar operasi maupun dukungan sarana prasarana.
Polwan memiliki kepekaan gender yang lebih baik dalam meningkatkan respons terhadap kejahatan berbasis seksual dan gender yang semakin meningkat. Polwan memiliki peranan sangat penting di dalam menjaga kamtibmas. Terlebih adanya segmen-segmen tugas yang harus dilakukan Polwan, yang mungkin tidak bisa diakukan polisi pria.
Karena itu, Polwan harus mempunyai pengetahuan, kemampuan, keterampilan, yang tak kalah dengan polisi laki-laki. Di era digital polwan selalu meningkatkan digital skills dengan memanfaatkan penggunaan media digital harus jadi prioritas polwan.
Polwan perlu membangun kualitas integritas, moralitas dan profesionalisme di internal Polri merupakan keniscayaan sebagai landasan dalam membangun kepercayaan dan kemitraan dengan masyarakat.
Pendekatan-pendekatan yang efektif saat melaksanakan tugas operasional dengan memberi kesan bahwa keberadaan polisi ada di tengah masyarakat akan membawa rasa aman bagi masyarakat selain memunculkan kedekatan antara kepolisian dengan masyarakat yang mana bisa dijalankan dengan memanfaatkan sarana atau platform sosial.
Polwan perlu selalu up to date dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, memiliki orientasi meningkatkan kapasitas dan kompetensi personal dalam rangka memelihara kamtibmas, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
(poe)
Lihat Juga :