Ancaman Demokrasi dan Pembohong yang Konsisten

Selasa, 29 Agustus 2023 - 12:47 WIB
loading...
A A A
Seorang pembohong yang konsisten sering kali merancang cerita bohong dengan sangat terperinci, retoris, dan rumit. Mereka mungkin menyiapkan banyak detail dan informasi tambahan untuk membuat kebohongannya terlihat lebih meyakinkian. Mereka cenderung tidak merasa bersalah atau tidak menganggap harus bertanggung jawab atas kebohongannya. Bahkan, sangat mungkin mereka terus melanjutkan berbohong meskipun mereka tahu bahwa kebohongan mereka telah terbongkar. Jadi, apa yang diucapkan oleh si pembohong yang konsisten ini setara dengan penyebaran hoax.

Ancaman lain terhadap demokrasi, seperti kata para cerdik-pandai, adalah korupsi. Sebab korupsi dapat merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah dan lembaga-lembaga demokrasi lainnya. Korupsi dapat terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk suap, penggelapan, dan nepotisme. Korupsi yang sistemik dapat menggerus kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga pemerintahan dan proses demokrasi. Jika pemerintahan tidak dapat memberikan layanan dasar dan memenuhi kebutuhan rakyat, itu dapat mengancam stabilitas.

Oligarki atau kekuasaan yang dipegang oleh sekelompok kecil orang yang kaya juga dapat mengancam demokrasi karena dapat membatasi partisipasi publik dalam proses politik dan membuat pemerintah menjadi tidak responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Keputusan-keputusan penting dilakukan hanya untuk menguntungkan kelompoknya sendiri.

Polarisasi politik yang ekstrem juga dapat melemahkan kemampuan untuk mencapai konsensus dan bekerja sama dalam sistem demokrasi. Jika ketidaksepakatan menjadi terlalu tajam, proses pengambilan keputusan dan stabilitas politik dapat terganggu. Dalam polaritas ekstrem bisa timbul rasa saling tidak percaya, rasa saling curiga.

Kesenjangan ekonomi dan sosial yang besar juga dapat mengakibatkan ketidaksetaraan dalam partisipasi politik dan akses terhadap kebijakan publik. Kelompok-kelompok yang merasa terpinggirkan cenderung kurang percaya pada proses yang demokratis. Apalagi jika sampai terjadi krisis ekonomi yang mendalam atau ketidakstabilan sosial. Hal itu dapat menciptakan ketidakpuasan terhadap pemerintah dan sistem politik yang ada. Keadaan semacam itu dapat memicu gerakan anti-demokrasi, misalnya.

Media sosial yang tidak terkontrol juga dapat digunakan untuk menyebarkan informasi yang salah serta propaganda yang dapat merusak demokrasi dengan memecah belah masyarakat dan melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi. Karena itu, menurut saya, masyarakat juga harus diajak mengenali berbagai teknik propaganda agar bisa membedakan mana propaganda dan mana informasi yang benar.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Boni Hargens Sebut Polri...
Boni Hargens Sebut Polri Presisi Tulang Punggung Demokrasi
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Siapa Jimmy Lai? Taipan...
Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara
Dalam 24 Jam, Ferry...
Dalam 24 Jam, Ferry Irwandi Kumpulkan Dana Rp8,2 Miliar untuk Pemulihan Banjir dan Longsor Sumatra
Separuh Penduduk Barat...
Separuh Penduduk Barat Yakin Demokasi Sudah Lumpuh, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
Arie Untung Dorong Sepatu...
Arie Untung Dorong Sepatu Lokal Naik Kelas, Hadir di Mal Bekasi
Dinilai Tak Sesuai Budaya...
Dinilai Tak Sesuai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit' karya Bupati Purwakarta
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Berita Terkini
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved