Bantuan Pasang Listrik Gratis Periode 2023 untuk 3.000 Warga Kepulauan Riau dan Kepulauan Bangka Belitung
Senin, 28 Agustus 2023 - 16:49 WIB
loading...
Kementerian ESDM bersama DPR RI menginisiasi Program BPBL untuk penyambungan listrik kepada rumah tangga (RT) tidak mampu yang belum tersambung aliran listrik.
A
A
A
JAKARTA - Era modern saat ini, salah satu kebutuhan dasar kita semua adalah listrik. Untuk itu ketersediaan listrik yang cukup, andal, ramah lingkungan serta dengan harga yang terjangkau menjadi perhatian pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Pemerintah terus melakukan pembangunan jaringan listrik yang menjangkau seluruh daerah dan tempat tinggal rumah tangga, termasuk daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T) melalui program listrik perdesaan. Hal tersebut untuk meningkatkan akses listrik ke seluruh wilayah Indonesia sebagai wujud energi berkeadilan dan pencapaian target Rasio Elektrifikasi (RE) 100%.
Namun masih terdapat rumah tangga tidak mampu berlistrik karena tak sanggup dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk menjadi pelanggan PT PLN (Persero), antara lain biaya untuk pemasangan instalasi listrik, biaya Sertifikasi Laik Operasi (SLO), dan Biaya Penyambungan (BP) PT PLN (Persero).
Memahami hal tersebut, Kementerian ESDM bersama dengan DPR RI menginisiasi Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk memberikan bantuan penyambungan listrik kepada rumah tangga (RT) tidak mampu yang belum berlistrik.
Program BPBL tersebut dimulai pada 2022 yang telah berhasil melistriki 80.183 RT. Selanjutnya pada 2023, Kementerian ESDM dengan dukungan dan persetujuan DPR RI kembali melaksanakan program BPBL melalui APBN Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2023 dengan sasaran penerima manfaat BPBL di seluruh Indonesia meningkat menjadi 125.000 RT, naik dari 2022 yang sebanyak 80.000 RT.
Alokasi kuota BPBL 2023 untuk warga tidak mampu di Kepulauan Riau meningkat menjadi sebanyak 2.000 rumah tangga penerima manfaat. Sedangkan untuk Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan alokasi kuota BPBL 2023 sebanyak 1.000 RT, meningkat dari sebelumnya tahun 2022 sebanyak 103 RT.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyalurkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada 631 rumah tangga di Kepulauan Riau sepanjang 2022. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman Hutajulu dalam siaran pers yang diterima, Senin (28/8/2023).
Pemerintah terus melakukan pembangunan jaringan listrik yang menjangkau seluruh daerah dan tempat tinggal rumah tangga, termasuk daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T) melalui program listrik perdesaan. Hal tersebut untuk meningkatkan akses listrik ke seluruh wilayah Indonesia sebagai wujud energi berkeadilan dan pencapaian target Rasio Elektrifikasi (RE) 100%.
Namun masih terdapat rumah tangga tidak mampu berlistrik karena tak sanggup dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk menjadi pelanggan PT PLN (Persero), antara lain biaya untuk pemasangan instalasi listrik, biaya Sertifikasi Laik Operasi (SLO), dan Biaya Penyambungan (BP) PT PLN (Persero).
Memahami hal tersebut, Kementerian ESDM bersama dengan DPR RI menginisiasi Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk memberikan bantuan penyambungan listrik kepada rumah tangga (RT) tidak mampu yang belum berlistrik.
Program BPBL tersebut dimulai pada 2022 yang telah berhasil melistriki 80.183 RT. Selanjutnya pada 2023, Kementerian ESDM dengan dukungan dan persetujuan DPR RI kembali melaksanakan program BPBL melalui APBN Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2023 dengan sasaran penerima manfaat BPBL di seluruh Indonesia meningkat menjadi 125.000 RT, naik dari 2022 yang sebanyak 80.000 RT.
Alokasi kuota BPBL 2023 untuk warga tidak mampu di Kepulauan Riau meningkat menjadi sebanyak 2.000 rumah tangga penerima manfaat. Sedangkan untuk Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan alokasi kuota BPBL 2023 sebanyak 1.000 RT, meningkat dari sebelumnya tahun 2022 sebanyak 103 RT.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyalurkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada 631 rumah tangga di Kepulauan Riau sepanjang 2022. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman Hutajulu dalam siaran pers yang diterima, Senin (28/8/2023).
Lihat Juga :