Menelusuri Jaringan Sosial untuk Cegah Infiltrasi Radikalisme
Jum'at, 25 Agustus 2023 - 05:16 WIB
loading...
A
A
A
"Seperti yang kita tahu, dalam kelompok JI ada istilah tamkin yang berarti tidak perlu melawan secara keras atau berusaha mengubah sistem negara, namun cukup dengan memberikan pengaruh ideologinya di tengah masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara saya dengan beberapa anggota JI, justru mereka malah menjadi tokoh masyarakat di lingkungan tinggalnya," kata Noor Huda.
Peraih gelar Ph.D. dari Monash University ini berpesan agar jangan melihat penyebab radikalisme dan terorisme bisa masuk pada individu tertentu hanya dari satu dimensi. Menyoroti ideologi para pelaku teror memang penting, tapi tidak selalu menjadi yang utama karena nyatanya banyak faktor yang mendorong orang untuk bergabung pada jaringan teror. Ada yang karena faktor ekonomi, kedekatan emosional, hingga keinginan untuk memperdalam ilmu agama bisa memicu seseorang melakukan aksi terorisme karena didukung oleh kekeliruan dalam mengambil guru.
"Ke depannya diharapkan masing-masing kita bisa lebih teliti dalam berguru untuk memperdalam agama. Jangan hanya mengambil keterangan dari satu guru saja dan harus curiga jika ada kajian-kajian yang isinya menyalahkan atau mengkafirkan orang yang berbeda dengannya, bahkan sampai ada narasi untuk melawan negara dengan pemerintahan yang sah," katanya.
Peraih gelar Ph.D. dari Monash University ini berpesan agar jangan melihat penyebab radikalisme dan terorisme bisa masuk pada individu tertentu hanya dari satu dimensi. Menyoroti ideologi para pelaku teror memang penting, tapi tidak selalu menjadi yang utama karena nyatanya banyak faktor yang mendorong orang untuk bergabung pada jaringan teror. Ada yang karena faktor ekonomi, kedekatan emosional, hingga keinginan untuk memperdalam ilmu agama bisa memicu seseorang melakukan aksi terorisme karena didukung oleh kekeliruan dalam mengambil guru.
"Ke depannya diharapkan masing-masing kita bisa lebih teliti dalam berguru untuk memperdalam agama. Jangan hanya mengambil keterangan dari satu guru saja dan harus curiga jika ada kajian-kajian yang isinya menyalahkan atau mengkafirkan orang yang berbeda dengannya, bahkan sampai ada narasi untuk melawan negara dengan pemerintahan yang sah," katanya.
(abd)
Lihat Juga :