Menelusuri Jaringan Sosial untuk Cegah Infiltrasi Radikalisme
Jum'at, 25 Agustus 2023 - 05:16 WIB
loading...
Menurut Founder Yayasan Prasasti Perdamaian, Noor Huda Ismail, jaringan sosial akan dapat mendefinisikan secara kuat afiliasi seseorang yang diduga terlibat kelompok teror. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Banyak pihak heran dengan penangkapan karyawan PT KAI berinisial DE (28) terkait dugaan terorisme . Sebab, DE merupakan sosok yang ramah dan mudah bergaul dengan tetangganya.
Founder Yayasan Prasasti Perdamaian, Noor Huda Ismail menjelaskan, jaringan sosial akan dapat mendefinisikan secara kuat afiliasi seseorang yang diduga terlibat kelompok teror. Pada kasus DE, diketahui sejak 2010, ia telah secara aktif mengikuti kajian William Maksum yang terafiliasi dengan jaringan ISIS.
"Memang jaringan sosial ini yang perlu kita pahami bersama. Lingkup pertemanan, keluarga, saudara, ataupun sekolah seringkali menjadi awal masuk ideologi radikal. Jadi permasalahan ideologi radikal ini tidak berdiri sendiri, dan jaringan sosial ini justru sangat berpengaruh terhadap penanaman ideologi tertentu," kata Noor Huda di Jakarta, Kamis (24/8/2023).
Noor Huda mengungkapkan, ideologi yang tertanam akan bekerja dengan baik apabila seseorang sudah masuk ke jaringan tertentu. Seringkali alasan seorang individu bergabung dengan kelompok teror itu karena adanya hubungan kekeluargaan ataupun pertemanan yang sebelumnya sudah terbangun sejak lama. Pada kasus DE, selain karena adanya jaringan sosial yang kuat, ada keinginan dari DE untuk memperbaiki kehidupannya melalui kajian ilmu agama.
Founder Yayasan Prasasti Perdamaian, Noor Huda Ismail menjelaskan, jaringan sosial akan dapat mendefinisikan secara kuat afiliasi seseorang yang diduga terlibat kelompok teror. Pada kasus DE, diketahui sejak 2010, ia telah secara aktif mengikuti kajian William Maksum yang terafiliasi dengan jaringan ISIS.
"Memang jaringan sosial ini yang perlu kita pahami bersama. Lingkup pertemanan, keluarga, saudara, ataupun sekolah seringkali menjadi awal masuk ideologi radikal. Jadi permasalahan ideologi radikal ini tidak berdiri sendiri, dan jaringan sosial ini justru sangat berpengaruh terhadap penanaman ideologi tertentu," kata Noor Huda di Jakarta, Kamis (24/8/2023).
Noor Huda mengungkapkan, ideologi yang tertanam akan bekerja dengan baik apabila seseorang sudah masuk ke jaringan tertentu. Seringkali alasan seorang individu bergabung dengan kelompok teror itu karena adanya hubungan kekeluargaan ataupun pertemanan yang sebelumnya sudah terbangun sejak lama. Pada kasus DE, selain karena adanya jaringan sosial yang kuat, ada keinginan dari DE untuk memperbaiki kehidupannya melalui kajian ilmu agama.
Lihat Juga :