Inisiatif Luhut Temui Ma'ruf Amin, Dinilai Mengundang Kecurigaan Publik

Kamis, 02 Februari 2017 - 15:24 WIB
Inisiatif Luhut Temui...
Inisiatif Luhut Temui Ma'ruf Amin, Dinilai Mengundang Kecurigaan Publik
A A A
JAKARTA -

Tanpa perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan‎ tadi malam menemui Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin.

Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menduga kehadiran Luhut menemui Ma'ruf Amin terkait masalah isu percakapan antara Ma,ruf Amin dan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kemudian disimpulkan SBY sebagai penyadapan‎.

Menurut Pangi, kehadiran Luhut menemui Ma'ruf dianggap mengundang 'kecurigaan' publik. Pasalnya, kapasitas Luhut yang membidangi Menteri Maritim tidak tepat untuk melakukan pertemuan itu.

"Siapa yang menjadi pemadam kebakarannya, paling tidak ini sudah membentuk peta politik bahwa posisi Luhut dan Polda Metro Jaya mendatangi ketua MUI," ujar Pangi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (2/2/2017).

Pangi menilai, isu percakapan yang terungkap dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipandang tindakan ilegal, apalagi percakapan itu belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Di samping itu, kata Pangi, adanya isu Penyadapan itu dinilai berbahaya bagi proses hukum di Indonesia. Dia khawatir, tindakan penyadapan bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk memenangkan salah satu kandidat Gubernur DKI Jakarta.

"Luhut paling tidak sudah terbaca posisinya di mana dalam pertarungan Politik pilkada DKI pasca menemui Ma'ruf Amin," tukasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku mengetahui Luhut Binsar Panjaitan menemui Ma'ruf Amin. Namun, Jokowi menganggap pertemuan itu inisiatif pribadi Luhut. Bahkan, Jokowi menganggap inisiatif Luhut bertemu Ma'ruf dibolehkan demi kebaikan dan kepentingan negara.
(pur)
Berita Terkait
Beredar Mosi Tidak Percaya...
Beredar Mosi Tidak Percaya Kader PDIP Surabaya terhadap Whisnu Sakti
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Megawati: Kader PDIP...
Megawati: Kader PDIP Harus Kerja Keras dan Bangun Kepekaan Terhadap Persoalan Rakyat
PDIP Lihat Dukungan...
PDIP Lihat Dukungan Nyata Masyarakat terhadap Ganjar Pranowo
Nyinyiran Ruhut Sitompul...
Nyinyiran Ruhut Sitompul terhadap Anies Baswedan Rugikan PDIP
Berita Terkini
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Infografis
Publik Arab Senang Israel...
Publik Arab Senang Israel Mengalami Kebakaran yang Hebat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved