Partai Garuda Anggap Pengkritik Kebijakan Hilirisasi Boneka Asing
Minggu, 13 Agustus 2023 - 02:17 WIB
loading...
A
A
A
"Sungguh itu kita tidak dapat banyak, maksimal 10% dan 90% lari ke China," tutupnya.
Presiden Jokowi pun menanggapi perihal ucapan Faisal Basri yang menyebut kebijakan hilirisasi nikel 90 persennya hanya akan dinikmati oleh China. Jokowi pun mempertanyakan hitung-hitungan Faisal Basri tersebut.
"Itungannya gimana. Kalau itungan kita contoh saya berikan contoh nikel. Saat diekspor mentahan, bahan mentah setahun kira-kira hanya Rp17 triliun, setelah masuk ke industrial downstreaming, ke hilirisasi menjadi Rp510 triliun. Bayangkan saja kita negara itu hanya mengambil pajak, mengambil pajak dari Rp17 triliun sama mengambil pajak dari Rp510 triliun lebih gede mana?" ujar Jokowi dalam keterangannya di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (10/8/2023).
"Karena dari situ, dari hilirisasi kita bisa mendapatkan PPN, PPH badan, PPH karyawan, PPH perusahaan royalti bea ekspor, penerimaan negara bukan pajak semuanya ada di situ. Coba dihitung saja dari Rp17 triliun sama Rp510 triliun gede mana?" sambungnya.
Terkait adanya penurunan hilirisasi ke PDB setiap tahunnya, Jokowi menegaskan bahwa perhitungan tersebut salah. "Ya logikanya tidak seperti itu. Logikanya tadi sudah diberikan angka itu. Gimana sih? Artinya apa? Kontribusi terhadap PDB ekonomi pasti lebih gede dong. Logikanya gimana," tandas Jokowi.
Presiden Jokowi pun menanggapi perihal ucapan Faisal Basri yang menyebut kebijakan hilirisasi nikel 90 persennya hanya akan dinikmati oleh China. Jokowi pun mempertanyakan hitung-hitungan Faisal Basri tersebut.
"Itungannya gimana. Kalau itungan kita contoh saya berikan contoh nikel. Saat diekspor mentahan, bahan mentah setahun kira-kira hanya Rp17 triliun, setelah masuk ke industrial downstreaming, ke hilirisasi menjadi Rp510 triliun. Bayangkan saja kita negara itu hanya mengambil pajak, mengambil pajak dari Rp17 triliun sama mengambil pajak dari Rp510 triliun lebih gede mana?" ujar Jokowi dalam keterangannya di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (10/8/2023).
"Karena dari situ, dari hilirisasi kita bisa mendapatkan PPN, PPH badan, PPH karyawan, PPH perusahaan royalti bea ekspor, penerimaan negara bukan pajak semuanya ada di situ. Coba dihitung saja dari Rp17 triliun sama Rp510 triliun gede mana?" sambungnya.
Terkait adanya penurunan hilirisasi ke PDB setiap tahunnya, Jokowi menegaskan bahwa perhitungan tersebut salah. "Ya logikanya tidak seperti itu. Logikanya tadi sudah diberikan angka itu. Gimana sih? Artinya apa? Kontribusi terhadap PDB ekonomi pasti lebih gede dong. Logikanya gimana," tandas Jokowi.
(rca)
Lihat Juga :