BKSAP DPR Dorong Sidang AIPA ke-44 Perkuat Kekuatan ASEAN
Sabtu, 05 Agustus 2023 - 01:01 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, agar semuanya kembali damai. Ketiga, adanya mediasi dari spesial envoy. “Keempat, isu-isu yang berhubungan dengan human right atau kemanusiaan harus dijaga karena banyak pengungsi jangan sampai merugikan masyarakat yang tidak berdosa. Terakhir, justru ASEAN mengirim utusan / envoy untuk mengawal proses demokratisasi di Myanmar. Itulah poin-poin dari five point konsensus yang ingin kita capai,” ungkapnya.
Dia menuturkan, Sidang Umum ke-44 AIPA di Jakarta akan membahas berbagai isu seperti isu kesetaraan gender pada komite perempuan, isu keterlibatan pemuda pada komite kepemudaan, komite politik, ekonomi, sosial, dan komite organisasi yang membahas berbagai isu internal AIPA juga tentunya akan mengangkat isu sawit nikel, isu konflik Rusia - Ukraina, Myanmar, SDGs, dan ekonomi hijau.
Saat ini, kata Putu, telah ada 20 negara observer di AIPA dan 8 observer dari berbagai organisasi internasional. Kata dia, kabarnya akan ada tiga negara lagi yang akan masuk sebagai observer yaitu Turki, Armenia, dan Kuba. Bahkan, negara besar seperti Amerika, China, dan Rusia juga sudah menjadi observer di AIPA.
“Belum lagi negara-negara besar lainnya yang ingin masuk menjadi observer di AIPA. Artinya, kekuatan besar ingin masuk ke dalam kawasan Asia Tenggara karena memiliki potensi yang sangat besar. Dulunya tidak dilirik, tapi sekarang justru menjadi daya tarik,” terang Putu.
Lebih dari itu, Putu berharap, sidang umum AIPA dapat menghasilkan resolusi-resolusi yang jika diimplementasikan dapat memberikan manfaat kepada seluruh rakyat Indonesia maupun kawasan. “Ini adalah momentum Indonesia untuk menunjukkan leadershipnya di kawasan sebagai Ketua AIPA maupun ASEAN (keketuaan ASEAN 2023). Kami tentu berharap pelaksanaan sidang AIPA ke-44 ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat untuk segenap masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Dia menuturkan, Sidang Umum ke-44 AIPA di Jakarta akan membahas berbagai isu seperti isu kesetaraan gender pada komite perempuan, isu keterlibatan pemuda pada komite kepemudaan, komite politik, ekonomi, sosial, dan komite organisasi yang membahas berbagai isu internal AIPA juga tentunya akan mengangkat isu sawit nikel, isu konflik Rusia - Ukraina, Myanmar, SDGs, dan ekonomi hijau.
Saat ini, kata Putu, telah ada 20 negara observer di AIPA dan 8 observer dari berbagai organisasi internasional. Kata dia, kabarnya akan ada tiga negara lagi yang akan masuk sebagai observer yaitu Turki, Armenia, dan Kuba. Bahkan, negara besar seperti Amerika, China, dan Rusia juga sudah menjadi observer di AIPA.
“Belum lagi negara-negara besar lainnya yang ingin masuk menjadi observer di AIPA. Artinya, kekuatan besar ingin masuk ke dalam kawasan Asia Tenggara karena memiliki potensi yang sangat besar. Dulunya tidak dilirik, tapi sekarang justru menjadi daya tarik,” terang Putu.
Lebih dari itu, Putu berharap, sidang umum AIPA dapat menghasilkan resolusi-resolusi yang jika diimplementasikan dapat memberikan manfaat kepada seluruh rakyat Indonesia maupun kawasan. “Ini adalah momentum Indonesia untuk menunjukkan leadershipnya di kawasan sebagai Ketua AIPA maupun ASEAN (keketuaan ASEAN 2023). Kami tentu berharap pelaksanaan sidang AIPA ke-44 ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat untuk segenap masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :