Pengamat Sebut Pergantian Panglima TNI Harus Pertimbangkan Usia dan Prestasi Kerja
Selasa, 01 Agustus 2023 - 00:00 WIB
loading...
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan pengarahan saat Exit Briefing atau pengarahan terakhir Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) di Jakarta, Rabu (21/12/2022). FOTO/SINDOnews/SUTIKNO
A
A
A
JAKARTA - Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati menyarankan dua hal untuk dipertimbangkan dalam menentukan Panglima TNI pengganti Laksamana TNI Yudo Margono. Pertama, usia dan prestasi kerja.
"Pertama, usia dan prestasi kerja. Sangat penting untuk menentukan proyeksi masa jabatan Panglima TNI minimal 2 tahun ke depan untuk menjaga proses regenerasi," kata Nuning, sapaan akrab Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati, saat dihubungi, Senin (31/7/2023).
Bila tak diperhatikan, kata Nuning, pengalaman sebelumnya telah menunjukan sejumlah perwira cemerlang tak sempat menjabat Panglima TNI. Pasalnya, terhalang senior yang belum pensiun.
Baca juga: DPR: Idealnya Pergantian Panglima TNI dan KSAD Setelah Pemilu 2024
"Padahal untuk jabatan setrategis Panglima TNI tidak harus menunggu usia pensiun. Apalagi jika dipertimbangkan prestasi kerja selama dinas. Ukuran prestasi kerja yang memang belum standar menyebabkan banyak spekulasi yang hanya berdasarkan rekam jejak pengalaman dinas," ujar Nuning.
"Pertama, usia dan prestasi kerja. Sangat penting untuk menentukan proyeksi masa jabatan Panglima TNI minimal 2 tahun ke depan untuk menjaga proses regenerasi," kata Nuning, sapaan akrab Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati, saat dihubungi, Senin (31/7/2023).
Bila tak diperhatikan, kata Nuning, pengalaman sebelumnya telah menunjukan sejumlah perwira cemerlang tak sempat menjabat Panglima TNI. Pasalnya, terhalang senior yang belum pensiun.
Baca juga: DPR: Idealnya Pergantian Panglima TNI dan KSAD Setelah Pemilu 2024
"Padahal untuk jabatan setrategis Panglima TNI tidak harus menunggu usia pensiun. Apalagi jika dipertimbangkan prestasi kerja selama dinas. Ukuran prestasi kerja yang memang belum standar menyebabkan banyak spekulasi yang hanya berdasarkan rekam jejak pengalaman dinas," ujar Nuning.
Lihat Juga :