Situs Tak Terawat, Gus Jazil: Bung Karno Sedang Merenung tapi Sedih...
Selasa, 28 Juli 2020 - 19:18 WIB
loading...
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid (dua dari kiri) saat mengunjungi Taman dan Patung Bung Karno di Ende yang tidak terawat, Selasa (29/7/2020). FOTO/SINDOnews/ABDUL ROCHIM
A
A
A
ENDE - "Di kota ini kutemukan lima butir mutiara. Di bawah pohon sukun ini pula kurenungkan nilai-nilai luhur Pancasila ."
Kutipan kata-kata emas Sang Proklamator Bung Karno itu terukir di sebuah batu marmer hitam di bawah pohon sukun di Kota Ende, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di era pra kemerdekaan, Bung Karno diasingkan oleh Belanda di Kota Ende selama empat tahun. Di sana, Bung Karno memikirkan masa depan negeri ini. Dan salah satu titik tempat Bung Karno merenung dan berkontemplasi adalah di bawah pohon sukun yang menghadap langsung ke laut.(Baca juga: Puan Maharani Resmikan Monumen Soekarno di Aljazair )
Kini, di sana terbangun situs berupa patung dan Taman Bung Karno. Patung dan taman ini diresmikan pada 1 Juni 2013 oleh Wakil Presiden saat itu, Boediono. Kala itu, pembangunan situs ini diinisiasi Ketua MPR kala itu, Taufik Kiemas. Pohon sukun tempat Bung Karno berkontemplasi masih terlihat berdiri tegak dengan lima cabangnya. Meskipun sejatinya pohon tersebut bukan pohon sukun yang berdiri ketika era Bung Karno, tapi sudah ditanam ulang karena mati.
Sayangnya, situs ini kini tidak terawat. Patung Bung Karno duduk terlihat kusam. Tempat pancuran air di bawahnya pun kering tak terisi. Dinding taman terlihat mengelupas, area sekelilingnya pun tak terurus. "Ini patung Bung Karno sedang merenung, tapi sedih...," ujar Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menggambarkan kondisi Taman dan Patung Bung Karno di Ende yang tidak terawat, saat meninjau situs tersebut, Selasa (29/7/2020).
Kutipan kata-kata emas Sang Proklamator Bung Karno itu terukir di sebuah batu marmer hitam di bawah pohon sukun di Kota Ende, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di era pra kemerdekaan, Bung Karno diasingkan oleh Belanda di Kota Ende selama empat tahun. Di sana, Bung Karno memikirkan masa depan negeri ini. Dan salah satu titik tempat Bung Karno merenung dan berkontemplasi adalah di bawah pohon sukun yang menghadap langsung ke laut.(Baca juga: Puan Maharani Resmikan Monumen Soekarno di Aljazair )
Kini, di sana terbangun situs berupa patung dan Taman Bung Karno. Patung dan taman ini diresmikan pada 1 Juni 2013 oleh Wakil Presiden saat itu, Boediono. Kala itu, pembangunan situs ini diinisiasi Ketua MPR kala itu, Taufik Kiemas. Pohon sukun tempat Bung Karno berkontemplasi masih terlihat berdiri tegak dengan lima cabangnya. Meskipun sejatinya pohon tersebut bukan pohon sukun yang berdiri ketika era Bung Karno, tapi sudah ditanam ulang karena mati.
Sayangnya, situs ini kini tidak terawat. Patung Bung Karno duduk terlihat kusam. Tempat pancuran air di bawahnya pun kering tak terisi. Dinding taman terlihat mengelupas, area sekelilingnya pun tak terurus. "Ini patung Bung Karno sedang merenung, tapi sedih...," ujar Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menggambarkan kondisi Taman dan Patung Bung Karno di Ende yang tidak terawat, saat meninjau situs tersebut, Selasa (29/7/2020).
Lihat Juga :