Survei Populix: Kalangan Menengah Optimistis Hadapi New Normal

Selasa, 28 Juli 2020 - 16:05 WIB
loading...
Survei Populix: Kalangan...
KPK menggelar test swab yang diikuti pegawai KPK dan wartawan di Gedung Penunjang Lantai 3 KPK Kuningan Jakarta, Senin, (27/07/2020). Hal ini untuk memutus penyebaran virus Covid-19. Foto/SINDOphoto/Sutikno
A A A
JAKARTA - Populix melakukan riset tentang optimisme publik dan para pekerja dalam memulai aktivitasnya kembali di era adaptasi kebiasaan baru ( New Normal ). Hasilnya responden dari kalangan menengah adalah masyarakat yang paling optimistis dengan pemberlakukan New Normal di era pandemi Covid-19 .

Sedangkan masyarakat kalangan bawah memandang pesimistis kebijakan tersebut. “Hal ini dapat terjadi karena faktor tingkat kesejahteraan yang masih rendah serta terbatasnya akses layanan kesehatan," kata Chief Operating Officer (COO) Populix Eileen Kamtawijoyo melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (28/7/2020). (Baca juga: Era New Normal, Gubernur Sulsel Agendakan Pemulihan Sektor Pariwisata)

Riset Populix juga mengungkapkan 97% responden mengaku rutin mengenakan masker serta 87% menggunakan hand sanitizer. Kedua benda tersebut telah disadari masyarakat sebagai barang bawaan wajib ketika meninggalkan rumah. (Baca juga: Kang Emil: Pilih Masker atau Lockdown)

"Badan kesehatan dunia menganjurkan setiap orang untuk menggunakan masker karena dinilai ampuh menurunkan potensi penularan COVID-19 hingga 75%," ungkapnya. (Baca juga: Bukan Basa-Basi, 50 Investor Sudah Masuk Kawasan Industri)

Di kalangan pekerja, 88% menyatakan perusahaannya mewajibkan pemakaian masker selama bekerja dan di perjalanan. Hal itu selaras dengan protokol kesehatan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan lewat Surat Keputusan (SK) Nomor HK 02.02/II/753/2020 aktivitas perekonomian diizinkan kembali beroperasi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. (Lihat foto: Sekolah di Pinggir Jalan, Keysha Terus Mengejar Cita-Cita)

Namun, dari hasil survei yang dilakukan, masyarakat kalangan bawah lebih jarang memakai masker. Dengan kata lain, perlu ada edukasi kebiasaan baru yang menyasar ke bawah dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah.

Survei tersebut juga mengungkap terdapat 81% perusahaan yang secara ketat melakukan pembatasan jarak fisik. Sementara itu, upaya mengurangi kerumunan juga diatasi lewat mekanisme shift jam kerja yang telah diberlakukan 58%perusahaan. "Temuan lainnya, 43% perusahaan telah membuat skema pengurangan bekerja di kantor," ujarnya.

Selain itu, setelah tiga bulan berlalu sejak kasus Covid-19 pertama diumumkan di Indonesia, Populix juga mengukur perubahan tingkat kekhawatiran masyarakat periode April-Juni dengan skala 1-10. Semakin tinggi skala menunjukkan semakin tinggi pula tingkat kekhawatiran masyarakat.

Hasilnya, ada penurunan tingkat kekhawatiran pada April, dimana awalnya skala 8,1 menjadi 7,6 di Juni 2020. "Adaptasi kebiasaan baru yang ada di depan mata menjadi skenario baru yang diusung untuk memulihkan perekonomian," tandasnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peneliti Maarif Institute...
Peneliti Maarif Institute Jadi Doktor Administrasi Publik Pertama di UMJ
Positif Covid-19, Atalia...
Positif Covid-19, Atalia Minta Doa Supaya Ridwan Kamil Tak Tertular
Teliti Peran DPR di...
Teliti Peran DPR di Masa Pandemi, Misbakhun Raih Gelar Doktor Ekonomi
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Lewat Disertasi, Kombes...
Lewat Disertasi, Kombes Yade Setiawan Ungkap Keberhasilan Polri Tangani Covid-19
Setelah Pandemi, Pemerintah...
Setelah Pandemi, Pemerintah Diminta Tak Gegabah Keluarkan Kebijakan
Deretan Brevet dan Tanda...
Deretan Brevet dan Tanda Jasa Komjen Dharma Pongrekun, Sosok yang Sebut Covid-19 Konspirasi
Usai Pandemi Covid-19,...
Usai Pandemi Covid-19, Dinilai Ada Sejumlah Potensi dan Tantangan UMKM
Libur Nataru, Masyarakat...
Libur Nataru, Masyarakat Diminta Waspada Peningkatan Covid-19
Rekomendasi
Mentalitas Pemain Timnas...
Mentalitas Pemain Timnas Indonesia U-17 Disorot Jelang Laga Perdana Lawan Korea Selatan
Kanada Balas Trump dengan...
Kanada Balas Trump dengan Tarif Baru untuk Mobil Buatan AS
3 Anak Ray Sahetapy...
3 Anak Ray Sahetapy Turun ke Liang Lahat Makamkan sang Ayah
Berita Terkini
Contraflow Tol Jagorawi...
Contraflow Tol Jagorawi Arah Puncak Dihentikan, Lalu Lintas Kembali Normal
32 menit yang lalu
Lonjakan Penumpang Kereta...
Lonjakan Penumpang Kereta di Arus Balik Lebaran 2025, KAI Catat 52 Ribu Kedatangan
1 jam yang lalu
Arus Balik Lebaran 2025,...
Arus Balik Lebaran 2025, ASDP Catat Jumlah Penumpang Menurun 31 Persen
5 jam yang lalu
Puan Sebut Pertemuan...
Puan Sebut Pertemuan Megawati dan Prabowo Pasca Libur Lebaran, Jubir PDIP: Mohon Bersabar
8 jam yang lalu
Jurnalis Asing Wajib...
Jurnalis Asing Wajib Punya Surat Keterangan Kepolisian? Kapolri dan Kadiv Humas Polri Buka Suara
19 jam yang lalu
Retreat Kepala Daerah...
Retreat Kepala Daerah Gelombang Kedua Segera Digelar, Lokasinya Belum Bisa Dipastikan
22 jam yang lalu
Infografis
Siap Hadapi Perang Baru...
Siap Hadapi Perang Baru dengan Israel, Iran Pamer Kota Rudal
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved