Sekjen Kemenhub Mangkir, KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Kasus Suap Proyek Jalur Kereta

Jum'at, 21 Juli 2023 - 12:00 WIB
loading...
Sekjen Kemenhub Mangkir,...
KPK menjadwalkan ulang pemanggilan Sekjen Kemenhub Novie Riyanto untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur rel kereta. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Sekjen Kemenhub ) Novie Riyanto tidak memenuhi panggilan pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) dalam kapasitas sebagai saksi pada Kamis (20/7/2023). KPK akan menjadwalkan ulang pemanggilan untuk Novie Riyanto.

Tidak hanya Novie yang juga menjabat Komisaris PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, seorang pengusaha atas nama Billy Haryanto alias Billy Beras juga mangkir dari panggilan KPK. Sedianya, kedua saksi tersebut dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur rel kereta.

"Novie Riyanto (Sekjen Kemenhub) dan Billy Haryanto alias Billy Beras (Wiraswasta), sebagaimana informasi yang kami terima, kedua saksi tidak hadir dan tanpa konfirmasi terkait alasan ketidak hadirannya," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (21/7/2023).



KPK bakal menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Novie Riyanto dan Billy Haryanto dalam waktu dekat. Ali tak memerinci kapan jadwal ulang pemeriksaan untuk kedua saksi tersebut. Ia hanya mengingatkan kepada keduanya untuk kooperatif hadir memenuhi panggilan ulang KPK.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Dana Rampasan Rp153,6...
Dana Rampasan Rp153,6 Miliar Kembali ke TASPEN, Buah Manis Sinergi dengan KPK
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
KPK Pajang Ducati Noel...
KPK Pajang Ducati Noel dan Aset Mewah Lain dari Kasus K3
Sinergi KPK dan BNN...
Sinergi KPK dan BNN dalam Raker Komisi III DPR Bahas Program 2027
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Rekomendasi
ITS Tembus Peringkat...
ITS Tembus Peringkat 101-200 Besar Dunia di THE Impact Rankings 2026
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Qatar Tersingkir dari...
Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina Jaga Kans Lolos ke 32 Besar
Berita Terkini
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Perjuangkan Hak Daerah,...
Perjuangkan Hak Daerah, Komisi XI DPR Upayakan TKD Tak Berkurang
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Cerita Roy Suryo Tidak...
Cerita Roy Suryo Tidak Ditahan Kejaksaan: Tak Ada Larangan Tampil di Podcast
Infografis
Proyek Kereta Cepat...
Proyek Kereta Cepat Whoosh Rugikan WIKA Rp7,12 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved