Gaya Asyik Kedai Kopi Bumi Citarik Menguliti Buku Susuk Kapal Borobudur

Minggu, 16 Juli 2023 - 16:21 WIB
loading...
A A A
Nenek Moyangku Orang Pelaut

Gagasan Ekspedisi Kapal Borobudur muncul saat seorang pria bernama Philip Balae berkunjung untuk kali pertama ke Candi Borobudur, pada 8 November 1982. Kala itu, turis asal Inggris yang masih berusia 20 tahun ini, mengamati dengan seksama panel demi panel relief pada dinding Candi Borobudur. Bak membaca lembaran buku, ia terpaku saat matanya menatap relief Jataka-Avadana panel 86.

baca juga: Penunjukan Yudo Margono Jadi Panglima TNI Upaya Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia

Wow, menakjubkan! Kapal apa ini?” lama kakinya terpaku di tempat itu. Ketika sudah beranjak lagi, dia kembali menemukan panel yang menggambarkan kapal. “Paling tidak ada tiga jenis kapal,” guman Philip sebagaimana ditulis dalam buku ini.

Philip langsung membidikkan kamera yang dibawanya ke relief-relief candi. Ia tak mau ada bagian relief yang terlewatkan. Setiap detail relief direkam dengan penuh seksama. Tak terasa ia sudah menghabiskan 6 jam hanya untuk membaca 2.672 panel relief. Tentu, waktu paling lama dihabiskan di panel-panel yang menggambarkan keberadaan kapal.

Gaya Asyik Kedai Kopi Bumi Citarik Menguliti Buku “Susuk Kapal Borobudur”


Kembali ke negaranya, Philip melanjutkan kuliah jurusan politik di The University of Hull, di negerinya Ratu Elizabeth II. Memori relief-relief di Candi Borobudur itu selalu menggoda hati. “Aku akan mewujudkan kisah yang ada pada relief Borobudur,” batinnya.

Kapal siapa itu, sampai di mana kapal itu berlayar, dan untuk apa kapal itu berlayar? Rentetan pertanyaan itu selalu tergiang-ngiang di kepala Philip. Waktu berlalu bak kitiran tanpa henti. Telah empat tahun berlalu. Philip sudah berdinas di Angkatan Laut Inggris dengan pangkat letnan dua.

Sebagai perwira muda, ia pernah keliling Eropa dengan kapal perusak HMS Cardiff. Tapi pelet relief Candi Borobudur yang menggambarkan belasan pelaut tengah berlayar dengan kapal bercadik dan tiga layar itu kian melekat pekat di benaknya.

baca juga: Genjot RI Jadi Poros Maritim Dunia, Pelaku Usaha Kawal Aturan Turunan UU Ciptaker

“Kalau dari slogan orang Indonesia yang sering mengaku nenek moyangku pelaut sangat masuk akal, karena wilayah mereka kepulauan. Tidak ada cara lain selain berlayar untuk berhubungan antarpulau,” demikian Philip merenung. Ia juga mahfum, banyak pelaut asal Indonesia saat ini yang menjadi pelaut di kapal niaga di seantero dunia.

Tapi, benarkah dulu nenek moyang bangsa Indonesia pelaut, atau kerjanya sekadar menarik jangkar, memutar kemudi, dan membalik layar, dengan kata lain hanya pekerja? Atau sebaliknya, suatu bangsa yang di samping pelaut tangguh juga menguasai jalur perdagangan laut, memiliki angkatan perang laut yang disegani, dan nelayannya hidup layak pada masanya?

Philip terus mencoba-coba menerka dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan rumitnya itu. Setelah 21 tahun berselang, persisnya tahun 2003 atau saat Philip berusia 41 tahun, barulah ia kembali lagi ke Indonesia. Bersama para pemuda tangguh Indonesia dan dari sejumlah negara lainnya, ia mewujudkan gagasan besarnya itu, membuatEkspedisi Kapal Borobudur yang di-support penuh oleh Pemerintah Indonesia.
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag Dorong Waisak...
Kemenag Dorong Waisak 2026 di Borobudur Jadi Ruang Spiritualitas dan Perdamaian
Peluncuran Buku Penanganan...
Peluncuran Buku Penanganan TPPO, Wakapolri: Kejahatan Ini Telah Bertransformasi
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Gelombang Perubahan:...
Gelombang Perubahan: Bangun Lautmu, Jayakan Bangsamu
Diplomasi Maritim Jadi...
Diplomasi Maritim Jadi Pilar Baru Indonesia di Indo-Pasifik Era Presiden Prabowo
Kebangkitan Maritim...
Kebangkitan Maritim Indonesia, Pengamat: Laut Kini Jadi Poros Peradaban
Dian Sastro Hadiri Perayaan...
Dian Sastro Hadiri Perayaan Waisak di Borobudur, Ternyata Ini Alasannya!
Bedah Buku “Kedahsyatan...
Bedah Buku Kedahsyatan Bahasa, Bahas Peran Bahasa dan Perempuan
Pengembangan Pariwisata,...
Pengembangan Pariwisata, Balkondes Karangrejo Borobudur Tampil di Pasar Eropa
Rekomendasi
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Pancasakti Run 2026:...
Pancasakti Run 2026: Lari Sambil Selamatkan Bumi
Honda BeAT 2026 Resmi...
Honda BeAT 2026 Resmi Berubah: Harga Mulai Rp19 Juta, Ini Daftar Lengkap Pembaruannya
Berita Terkini
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved