Sekilas Pajak Hiburan Film

Senin, 10 Juli 2023 - 12:08 WIB
loading...
A A A
Sekarang kita “meloncat” langsung pada “pajak hiburan” yang dikelola oleh pemerintah daerah (Pemda). Selama bertahun-tahun, pajak hiburan yang dikelola oleh pemerintah daerah ini mengenakan tarif yang berbeda-beda sesuai dengan peraturan daerahnya masing-masing.

Dasar hukum pajak daerah ini diatur dalam UndangUndang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Atas dasar undang-undang itu, setiap daerah kemudian menerbitkan peraturan daerah (Perda) untuk menentukan besar-kecilnya pajak hiburan di daerahnya masing-masing (antara 10 persen sampai 35 persen). Untuk DKI Jakarta, misalnya, menetapkan tarif sebesar 10 persen. Sedangkan Bantul pernah mengenakan tarif sebesar 35 persen.

Khusus DKI Jakarta, terjadi hal yang unik atau tidak umum. Konon untuk mendukung kemajuan perfilman nasional, Gubernur DKI Fauzi Bowo mengeluarkan Pergub DKI Nomor 115 Tahun 2012 yang intinya membebaskan sebagian pajak hiburan untuk produksi film nasional. Bentuknya adalah pengembalian sebagian pajak (75%) dari setiap harga tanda masuk (HTM atau karcis). Maka, dari nilai 10 persen pajak hiburan yang masuk ke kas Pemda, 75 persennya dikembalikan kepada pemilik film. Tujuannya agar dapat membantu produser untuk terus memproduksi film.

Persentase pengembalian atau pembebasan itu kemudian dikoreksi pada masa Gubernur DKI Joko Widodo. Melalui Perda DKI Nomor 148 Tahun 2014, pembebasan yang tadinya 75 persen itu diubah menjadi 50 persen. Kebijakan itu terus dilanjutkan pada era Gubernur Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

Kini, melalui UU No. 1 Tahun 2022 Tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah, telah dicabut kewenangan daerah dalam menentukan besaran pajak hiburan. Sebelumnya, mengenai pajak hiburan ini ada dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Pasal 45). Dengan undang-undang yang baru diharapkan pengenaan tarif pajak hiburan ini dapat disamakan untuk seluruh wilayah Indonesia.

Demikian gambaran besar mengenai perpajakan yang berkaitan dengan hiburan atau tontonan film.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meraih Hak Pemajakan...
Meraih Hak Pemajakan Indonesia melalui Implementasi PPh Digital Asing yang Sederhana
Tolak Perang Tarif Pajak,...
Tolak Perang Tarif Pajak, IKPI Usulkan Ini saat RDPU dengan DPR
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Mama Sinta Laporkan...
Mama Sinta Laporkan Dandhy Laksono soal Film Pesta Babi, Polisi Lakukan Pendalaman
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
Davina Karamoy Beberkan...
Davina Karamoy Beberkan Alasan Menangis Saat Pertama Kali Membaca Skenario Film Terbarunya
Trailer Perumahan Laddaland...
Trailer Perumahan Laddaland Dirilis, Horor Paling Sedih Awi Suryadi
Rekomendasi
Benarkah Semua Orang...
Benarkah Semua Orang yang Datang ke Gunung Kawi Mencari Pesugihan?
Pupuk Kaltim Perkuat...
Pupuk Kaltim Perkuat Green and Smart Port, Dukung Daya Saing Industri dan Logistik
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
Berita Terkini
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Kejagung Tunjuk 9 Eks...
Kejagung Tunjuk 9 Eks Jaksa KPK Tangani Kasus Febrie, Pakar: Harus Jawab Harapan Masyarakat
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Infografis
Jumbo Geser Agak Laen...
Jumbo Geser Agak Laen Jadi Film Indonesia Terlaris Kedua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved