Tren Pengembangan Kompetensi SDM
Minggu, 02 Juli 2023 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Bayangkan kalau seorang guru, seorang pendidik harus mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi secara tatap muka selama seminggu. Dia harus meninggalkan kelasnya selama satu minggu, dan pada daerah dengan transportasi terbatas, dia bahkan harus meninggalkan kelasnya lebih dari seminggu. Tugasnya mengajar mungkin akan didelegasikan ke guru lain, tapi tugasnya mendidik tidak akan bisa didelegasikan ke guru lain, karena guru lain juga memiliki tanggung jawab mendidik di kelasnya sendiri. Paling banter, guru lain yang mendapat mandat itu hanya akan meminta anak-anak belajar mandiri, atau sekedar mengomando agar tidak ramai di kelas.
Saya yakin, para peserta sedang mencerna informasi yang saya sampaikan ini. Gestur mereka menunjukkan antusiasme, mendengarkan dengan seksama dalam suasana hening, tapi pikiran mereka sedang membayangkan situasi di madrasahnya masing-masing. Membenarkan bahwa meninggalkan anak-anak belaja dalam rentang waktu lama adalah resiko, tapi meningkatkan kompetensi adalah keharusan.
Sekali lagi saya yakinkan kepada semua yang hadir secara langsung maupun yang hadir melalui live streaming Youtubnya Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, bahwa platform Pintar yang dikembangkan Pusdiklat Teknis Kementerian Agama hadir untuk memberikan solusi, menjembatani para guru meningkat kompetensinya tanpa harus meninggalkan kewajibannya menyiapkan generasi mendatang, mendidik untuk membentuk karakter. Pengetahuan itu mudah dicari, dan Pintar sudah menyediakan, yang susah adalah mendidik, membentuk karakter peserta didik menjadi anak-anak kuat karakternya.
Dengan pendekatan Asynchronous, pengajar dan pembelajar tidak bertemu dalam waktu yang sama, para guru bisa belajar di manapun dan kapan pun mereka menginginkan. Mereka bisa mempelajari materi yang ringkas dan padat yang sudah disiapkan dalam bentuk audio visual. Para guru tidak perlu lagi menunggu undangan atau panggilan untuk meningkatkan kompetensi, cukup mendaftar sendiri, belajar sendiri, ujian sendiri, dan unduh sertifikat sendiri. Selebihnya, waktu harus dicurahkan untuk mendidik anak-anak.
Begitulah acara Inovasi di Surabaya itu berlangsung dengan meriah dan menyenangkan. Seorang penanya mengatakan bahwa dia sudah ikut pengembangan kompetensi melalui platform Pintar sebanyak 4 (empat) kali. Dia mengusulkan agar pengembangan kompetensi yang tidak menggangu mengajar semacam ini diperbanyak. Dia hanya meminta agar pengerjaan soal ketika sudah melewati passing grade tidak bisa diulang.
Mendengar itu, saya mengucap alhamdulillah, bersyukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, bahwa apa yang dilakukan Pusdiklat Teknis Kementerian Agama untuk melayani masyarakat telah diterima dengan baik oleh masyarakat, dan itulah tren pengembangan kompetensi SDM yang harus digalakkan.
Saya yakin, para peserta sedang mencerna informasi yang saya sampaikan ini. Gestur mereka menunjukkan antusiasme, mendengarkan dengan seksama dalam suasana hening, tapi pikiran mereka sedang membayangkan situasi di madrasahnya masing-masing. Membenarkan bahwa meninggalkan anak-anak belaja dalam rentang waktu lama adalah resiko, tapi meningkatkan kompetensi adalah keharusan.
Sekali lagi saya yakinkan kepada semua yang hadir secara langsung maupun yang hadir melalui live streaming Youtubnya Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, bahwa platform Pintar yang dikembangkan Pusdiklat Teknis Kementerian Agama hadir untuk memberikan solusi, menjembatani para guru meningkat kompetensinya tanpa harus meninggalkan kewajibannya menyiapkan generasi mendatang, mendidik untuk membentuk karakter. Pengetahuan itu mudah dicari, dan Pintar sudah menyediakan, yang susah adalah mendidik, membentuk karakter peserta didik menjadi anak-anak kuat karakternya.
Dengan pendekatan Asynchronous, pengajar dan pembelajar tidak bertemu dalam waktu yang sama, para guru bisa belajar di manapun dan kapan pun mereka menginginkan. Mereka bisa mempelajari materi yang ringkas dan padat yang sudah disiapkan dalam bentuk audio visual. Para guru tidak perlu lagi menunggu undangan atau panggilan untuk meningkatkan kompetensi, cukup mendaftar sendiri, belajar sendiri, ujian sendiri, dan unduh sertifikat sendiri. Selebihnya, waktu harus dicurahkan untuk mendidik anak-anak.
Begitulah acara Inovasi di Surabaya itu berlangsung dengan meriah dan menyenangkan. Seorang penanya mengatakan bahwa dia sudah ikut pengembangan kompetensi melalui platform Pintar sebanyak 4 (empat) kali. Dia mengusulkan agar pengembangan kompetensi yang tidak menggangu mengajar semacam ini diperbanyak. Dia hanya meminta agar pengerjaan soal ketika sudah melewati passing grade tidak bisa diulang.
Mendengar itu, saya mengucap alhamdulillah, bersyukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, bahwa apa yang dilakukan Pusdiklat Teknis Kementerian Agama untuk melayani masyarakat telah diterima dengan baik oleh masyarakat, dan itulah tren pengembangan kompetensi SDM yang harus digalakkan.
(abd)
Lihat Juga :