Dua Eksil Korban 1965 Mengaku Tetap Cinta NKRI

Selasa, 27 Juni 2023 - 22:40 WIB
loading...
Dua Eksil Korban 1965...
Dua eksil, Sudaryanto Priyono dan Jaroni Soejomartono saat menghadiri kick off penyelesaian nonyudisial untuk 12 kasus pelanggaran HAM berat masa lalu di Rumah Geudong, Pidie, Aceh, Selasa (27/6/2023). FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A A A
JAKARTA - Dua eksil korban peristiwa 1965 menghadiri kick off penyelesaian nonyudisial untuk 12 kasus pelanggaran HAM berat masa lalu di Rumah Geudong, Pidie, Aceh, Selasa (27/6/2023). Keduanya mengaku tetap cinta kepada Negara Republik Indonesia (NKRI) meski cukup lama tidak bisa pulang ke Tanah Air.

Sudaryanto Priyono, eksil dari Moskow, Rusia mengaku sengaja datang ke Indonesia untuk menjadi bukti bahwa rasa cintanya terhadap NKRI tak berkurang setelah peristiwa 1965 silam.

"Cinta NKRI bagi kami yang di luar negeri walaupun paspornya sudah asing itu harga mati," kata pria yang akrab dipanggil Yanto ini.



Pria berusia 81 ini menilai, langkah pemerintah melalui penyelesaian nonyudisial, memperlihatkan bahwa negara tidak mengabaikan pelanggaran HAM berat masa lalu.

"Saya tidak melihat diri saya itu sebagai orang yang berlebihan di dalam itu, tapi saya sebagai korban, saya ingin teman-teman saya yang juga sebagai korban itu nantinya bisa melihat, bahwa pemerintah dalam hal ini tidak mengabaikan," ujarnya.

"Bekerja untuk mencari keadilan, bekerja untuk meluruskan jalan dan artinya itu menurut hukum yang ada, menurut konstitusi yang ada terus berjalan membereskan soal ini," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Kebebasan Berpendapat,...
Bukan Kebebasan Berpendapat, Pigai: Pernyataan Amien Rais Diduga Pelanggaran HAM
Komnas HAM: Serangan...
Komnas HAM: Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Terkoordinasi
DPR Sahkan RUU Perlindungan...
DPR Sahkan RUU Perlindungan Saksi dan Korban Jadi UU
Kasus Penyiraman Air...
Kasus Penyiraman Air Keras oleh Aparat Merupakan Pelanggaran HAM
Outlook SETARA Institute...
Outlook SETARA Institute dan SIGI, Ini 10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia
Temui Komnas HAM, Roy...
Temui Komnas HAM, Roy Suryo: Kami Jadi Tersangka Itu Pelanggaran HAM Berat
Laporan AS Ungkap Represi...
Laporan AS Ungkap Represi China dari Dalam Negeri hingga Luar Perbatasan
China Dakwa Jurnalis...
China Dakwa Jurnalis Du Bin dengan Tuduhan Provokasi
Mengulas Kembali Tragedi...
Mengulas Kembali Tragedi Kelam Lubang Buaya: Fakta yang Terjadi
Rekomendasi
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Inayah Wahid Debut di...
Inayah Wahid Debut di Film Foufo, Sempat Mengira Judulnya Fufufafa
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
Berita Terkini
PDIP Balas PSI yang...
PDIP Balas PSI yang Ingin Jadikan Jateng 'Kandang Gajah': Jangan Terlalu Sombong!
KPK Ungkap Asal Usul...
KPK Ungkap Asal Usul Uang Dalam Amplop yang Ditinggal Bupati Kuansing saat Audiensi ke Menhut
Tekan Angka Kematian...
Tekan Angka Kematian Jemaah Haji, Menhaj: Istithaah Kesehatan Jadi PR
Menhut Akui Terima Amplop...
Menhut Akui Terima Amplop dari Bupati Kuansing, KPK: Mestinya Laporkan Dugaan Gratifikas
Penasihat Ahli Kapolri:...
Penasihat Ahli Kapolri: Irjen Pol Pipit Rismanto Segera Dilantik Jadi Kapolda Jabar
Sempat Diragukan, Menhaj...
Sempat Diragukan, Menhaj Klaim Haji 2026 Jadi Salah Satu Penyelenggaraan Terbaik dalam Sejarah
Infografis
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved