Kepercayaan Publik Capai 62,0%, Gus Jazil: Bukti MPR Didukung Rakyat

Jum'at, 24 Juli 2020 - 20:58 WIB
loading...
Kepercayaan Publik Capai 62,0%, Gus Jazil: Bukti MPR Didukung Rakyat
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid bersama Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya Diskusi Empat Pilar di Media Center MPR/DPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat (24/7/2020). FOTO/SINDOnews/ABDUL ROCHIM
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengapresiasi hasil survei terkait Tren Kepercayaan Pada Lembaga Tinggi Negara yang dilakukan Charta Politika dengan menempatkan MPR sebagai lembaga meraih 62,0% tingkat kepercayaan publik. Posisi ini menempatkan MPR berada di posisi ke-5 setelah TNI, Presiden, Polri, dan KPK.

"Alhamdulillah, apresiasi dan terima kasih yang tinggi juga saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terus memberikan semangat serta dukungan kepada MPR," ujarnya dalam Diskusi Empat Pilar bertema "Meningkatkan Kepercayaan Publik pada MPR sebagai Perekat Kebangsaan" di Media Center MPR/DPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Politikus PKB yang akrab disapa Gus Jazil ini mengatakan, tingginya tingkat kepercayaan publik kepada MPR periode 2019-2024 tersebut, menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memberikan respons positif dan merasakan dampak baik dari kiprah MPR yang dari awal memposisikan diri sebagai perekat bangsa.(Baca juga: Potensi dan Tantangan Pemulihan )

"Kiprah MPR sebagai perekat bangsa dimulai saat MPR periode 2019-2024 baru dilantik, program awalnya adalah melakukan kunjungan silaturahmi ke berbagai elemen dan tokoh-tokoh bangsa dengan berbagai maksud di antaranya, mengantarkan undangan untuk hadir dalam pelantikan dan terus berkembang melakukan silaturahmi sambil berdiskusi serta serap aspirasi berbagai persoalan bangsa, salah satunya soal amandemen," katanya.

Sebagai perekat kebangsaan, lanjut Gus Jazil, MPR juga mengedepankan musyawarah mufakat dalam mengambil segala kebijakan-kebijakan, sehingga berbagai keputusan yang dihasilkan MPR tidak akan menimbulkan polemik. Hal ini dimungkinkan sebab dari komposisi kepemimpinan MPR menghadirkan perwakilan seluruh partai dan kelompok DPD, sangat kental musyawarah dan kebersamaan.

"Di saat pandemi Covid-19 saat ini, MPR makin memaksimalkan kiprahnya sebagai perekat bangsa dengan lantang menyuarakan, menyosialisasikan serta melakukan aksi nyata tentang kegotong-royongan juga tentang kebersamaan. Tanpa hal-hal tersebut, bangsa ini akan porak-poranda dihantam pandemi ini. Hal-hal itulah yang saya rasa menjadi salah satu poin kepercayaan masyarakat kepada lembaga MPR," katanya.(Baca juga: RUU HIP Mendadak Ganti RUU BPIP, MPR: Buka Isinya ke Publik )

Pada intinya, sebagai pimpinan MPR, Gus Jazil berharap agar semua elemen bangsa dan rakyat Indonesia untuk selalu mendukung MPR dalam menjalankan perannya sebagai perekat bangsa. Selain itu, seluruh elemen bangsa mesti saling memberikan dukungan satu sama lain, khususnya di masa pandemi ini.

"Mereka yang berada di dalam dan di luar pemerintahan, harus ada dalam satu barisan untuk kepentingan bersama. Tanpa itu, pandemi ini akan semakin memberikan dampak negatif yang makin luas, mulai dari politik, sosial, dan ekonomi. Berikanlah teladan kepada rakyat bahwa kita bisa bersatu dengan barisan yang sangat kuat," kata politikus kelahiran Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur ini.

Sebelumnya dalam paparan awal diskusi, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya membeberkan rilis survey Charta Politika tentang Tren Kepercayaan Pada Lembaga Tinggi Negara. Dalam rilis survei tersebut, lembaga MPR mendapatkan tingkat kepercayaan publik sebesar 62,0%.

"Menurut saya luar biasa MPR ini, lembaga ini selalu berada di posisi stabil dalam setiap survei-survei tentang kepercayaan rakyat kepada lembaga negara terutama di parlemen. Di parlemen, MPR selalu berada di atas DPR dan DPD. Menurut saya, dukungan ini merupakan satu kekuatan buat para Pimpinan MPR untuk terus semangat merepresentasikan wajah MPR kepada rakyat Indonesia," katanya.
(abd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2636 seconds (10.55#12.26)