Sisi Lain Achmad Yurianto, Pernah Cari Rezeki Lewat Fotografi
Jum'at, 24 Juli 2020 - 20:14 WIB
loading...
Achmad Yurianto. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Mantan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto ternyata pernah mencari rezeki lewat fotografi saat masih di bangku kuliah. Bahkan, fotonya pernah ditawar tinggi oleh orang.
"Sebenarnya gak gemar sih, ya cari rezeki disitu. Foto, jual," kata Yuri dalam podcast 'Purna Tugas Jubir Covid-19' melalui kanal media sosial Kementerian Kesehatan, Jumat (24/7/2020).
Pria kelahiran Malang, 11 Maret 1962 ini mengatakan, fotografi ada pasarnya. Ia mengambil foto landscape hingga portrait. "Ada pasar. Jadi ada yang sudah landscape, ada momen portrait. Kalau landscape banyak di panorama, kemudian kalau portrait lebih banyak pada ekspresi pada orang. Atau pada komposisi yang menarik pada sudut yang kecil," jelasnya.
Ia pun ditanya kenapa tidak mencari pekerjaan lain untuk menghasilkan uang? "Kan kita bisa mengerjakannya dengan cara apa saja, dari tempat mana saja. Sehari 24 jam itu banyak," tegas Yuri.(Baca juga: Dokter Reisa: Bakalan Kangen karena Nggak Ketemu Pak Yuri Setiap Hari Lagi ).
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini menambahkan, ia juga tergabung dalam komunitas fotografi. "Kebetulan banyak teman di komunitas fotografi juga, kemudian kita juga sering sharing pengalaman. Dan kemudian kita meyakini bahwa foto yang bagus itu yang disenangi orang. Bukan yang disenangi diri sendiri," katanya.
"Sebenarnya gak gemar sih, ya cari rezeki disitu. Foto, jual," kata Yuri dalam podcast 'Purna Tugas Jubir Covid-19' melalui kanal media sosial Kementerian Kesehatan, Jumat (24/7/2020).
Pria kelahiran Malang, 11 Maret 1962 ini mengatakan, fotografi ada pasarnya. Ia mengambil foto landscape hingga portrait. "Ada pasar. Jadi ada yang sudah landscape, ada momen portrait. Kalau landscape banyak di panorama, kemudian kalau portrait lebih banyak pada ekspresi pada orang. Atau pada komposisi yang menarik pada sudut yang kecil," jelasnya.
Ia pun ditanya kenapa tidak mencari pekerjaan lain untuk menghasilkan uang? "Kan kita bisa mengerjakannya dengan cara apa saja, dari tempat mana saja. Sehari 24 jam itu banyak," tegas Yuri.(Baca juga: Dokter Reisa: Bakalan Kangen karena Nggak Ketemu Pak Yuri Setiap Hari Lagi ).
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini menambahkan, ia juga tergabung dalam komunitas fotografi. "Kebetulan banyak teman di komunitas fotografi juga, kemudian kita juga sering sharing pengalaman. Dan kemudian kita meyakini bahwa foto yang bagus itu yang disenangi orang. Bukan yang disenangi diri sendiri," katanya.
Lihat Juga :