Media Harus Bertransformasi untuk Bertahan di Era New Normal

Jum'at, 24 Juli 2020 - 17:42 WIB
loading...
A A A
Dalam kesempatan sama, Sekjen Asosiasi Perusahaan Pengiklan Indonesia (APPINA) Musa Chandra mengakui pengiklan saat ini memang banyak memakai social media dan influencer, akan tetapi efektivitas dari pendekatan ini sangat tergantung pada ekspektasi jumlah jangkauan dan juga kesesuaian brand dengan influencernya. ( Baca juga: Era New Normal Lahirkan Percepatan Disrupsi Media ).

"Pemilihan social media dan influencer memang meningkat pesat belakangan ini, karena dapat diukur melalui konversi dengan potensi penjualan yang diciptakan melalui investasi iklan. Social media dan influencer harus bersinergi, social media akan lebih mudah diterima atau menjangkau lebih banyak para calon konsumennya, sedangkan influencer sebagai virality ataupun creative storyteller dengan gaya bahasa masing-masing," paparnya.

Lalu bagaimana solusinya agar media konvensional dapat kembali dipilih menjadi target pengiklan, Musa menjelaskan bahwa tujuan dari pengiklan adalah menjangkau sebanyak mungkin para (calon) konsumennya, sehingga media televisi masih tetap menjadi pilihan dibanding media lain.

"Ini adalah perang dari eyeball dan perhatian atau attention. Para pengiklan ingin menjangkau sebanyak mungkin konsumen. Jangkauan media adalah hal pertama yang harus dicapai dan diverifikasi, sebelum kita semua dapat berdiskusi mengenai dampak positif yang mungkin dibawa oleh media tersebut untuk menimbulkan minat dan permintaan masyarakat. Media konvensional seperti televisi tetap menjadi pilihan kami," jelasnya.

Lebih lanjut Jojo menambahkan media juga bisa berkolaborasi dengan para praktisi PR atau humas karena mereka juga memiliki kepentingan agar media tetap bertahan. Media dan humas bisa merumuskan produk atau jasa yang bisa mengakomodir kebutuhan humas untuk mempublikasikan informasi namun sekaligus memberikan pemasukan kepada media. "Komodifikasi berita di media massa selama ini sesuatu yang enggan untuk dibahas, namun para praktiknya terjadi di jalur belakang. Nah sekarang saatnya untuk dibahas bareng agar industri media bisa bertahan," tutup Jojo.(Baca juga: Bantuan Negara untuk Perusahaan Media Tak Ganggu Independensi ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Boni Hargens: Keterbukaan...
Boni Hargens: Keterbukaan Kapolri Perkuat Relasi Negara dan Masyarakat
Pemerintah Gandeng Homeless...
Pemerintah Gandeng Homeless Media, Dewan Pers: Mereka Jangan Menjadi Humas
Komdigi: Pers sebagai...
Komdigi: Pers sebagai Benteng Pertahanan Melawan Hoaks dan Disinformasi
Komaruddin Hidayat:...
Komaruddin Hidayat: Pers Masih Jadi Rujukan Utama Masyarakat di Tengah Ledakan Informasi
Menkomdigi: Media Konvensional...
Menkomdigi: Media Konvensional Harus Tetap Eksis di Tengah New Media
Media Nasional Terancam,...
Media Nasional Terancam, SPS Desak Pemerintah Tinjau Ulang Perjanjian Dagang RI-AS Terkait Digital
Hadiri HPN, 2026 Pilar...
Hadiri HPN, 2026 Pilar Saga: Perkuat Peran Pers Hadapi Era Digital dan AI
Pokja PWI Kepolisian...
Pokja PWI Kepolisian Jakbar Serahkan Sertifikat Jabatan Ketua Wanhat kepada Romo Asun Gautama
Rekomendasi
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Berita Terkini
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Kembali Bertambah, 5...
Kembali Bertambah, 5 Orang Meninggal Dunia saat Latsarmil Calon Manajer KDKMP/KNMP
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved