Anggota Polri Perlu Tingkatkan Integritas dan Lebih Peduli HAM
Selasa, 16 Mei 2023 - 16:03 WIB
loading...
Dialog Publik Hoegeng: Keteladanan Melintasi Zaman digelar Divisi Humas Mabes Polri di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Selasa (16/5/2023). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional ( Kompolnas ) Poengky Indarti setuju agar anggota Polri perlu lebih meningkatkan integritas, lebih humanis, dan lebih peduli pada hak asasi manusia (HAM). Dia mengakui laporan mengenai anggota Polri didominasi oleh kasus penegakan hukum.
"Jumlahnya sekitar 90 persen," ujar Poengky dalam Dialog Publik "Hoegeng: Keteladanan Melintasi Zaman" yang digelar Divisi Humas Mabes Polri di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Selasa (16/5/2023).
Kendati demikian, dia tidak setuju jika tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Polri diambil instansi lain. Pasalnya, reformasi struktural Polri sudah selesai dengan menempatkan Polri di bawah Presiden.
Baca juga: Polri: Tilang Manual Diutamakan untuk Pelanggaran yang Berpotensi Picu Laka
"Jadi jangan mengkhinati reformasi dengan berpikir merubah tupoksi Polri," tutur Poengky.
Dia berpendapat, dibandingkan dengan instansi lain, reformasi Polri lebih terukur, lebih terbuka, dan lebih menerima pandangan masyarakat.
Sementara itu, anggota Komisi III DPR Arsul Sani meyakini bahwa jumlah anggota Polri yang tidak baik lebih sedikit dibandingkan yang baik. Namun, jumlah yang sedikit ini sering mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap Polri keseluruhan.
"Jumlahnya sekitar 90 persen," ujar Poengky dalam Dialog Publik "Hoegeng: Keteladanan Melintasi Zaman" yang digelar Divisi Humas Mabes Polri di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Selasa (16/5/2023).
Kendati demikian, dia tidak setuju jika tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Polri diambil instansi lain. Pasalnya, reformasi struktural Polri sudah selesai dengan menempatkan Polri di bawah Presiden.
Baca juga: Polri: Tilang Manual Diutamakan untuk Pelanggaran yang Berpotensi Picu Laka
"Jadi jangan mengkhinati reformasi dengan berpikir merubah tupoksi Polri," tutur Poengky.
Dia berpendapat, dibandingkan dengan instansi lain, reformasi Polri lebih terukur, lebih terbuka, dan lebih menerima pandangan masyarakat.
Sementara itu, anggota Komisi III DPR Arsul Sani meyakini bahwa jumlah anggota Polri yang tidak baik lebih sedikit dibandingkan yang baik. Namun, jumlah yang sedikit ini sering mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap Polri keseluruhan.
Lihat Juga :