Beras, Terigu, dan Salah Kaprah Diversifikasi

Senin, 15 Mei 2023 - 23:01 WIB
loading...
A A A
Ironisnya, masyarakat Barat kini mulai melihat terigu yang dikonsumsi dalam pelbagi jenis makanan itu sebagai ancaman kesehatan mereka. Ancaman gandum bukan hanya sebatas kesehatan jasmani, tapi juga mengancam kesehatan mental (Bressan and Kramer, 2016). Ini bertolak belakang dengan yang terjadi di Indonesia: gandum dinilai sebagai pangan yang superior. Tanpa disadari, kebijakan insidentil introduksi gandum sebagai substitusi (sementara) beras menciptakan aneka persoalan serius bagi kita sendiri.

Pertama, beras dan terigu tersubstitusi erat dengan elastisitas silang 0,6 (Amang dan Sawit, 2001). Dalam alam pikiran konsumen Indonesia beras berstatus komoditas inferior. Tiap peningkatan 1% pendapatan warga diikuti kenaikan pengeluaran konsumsi terigu di kisaran 0,44-0,84% (Fabiosa, 2006). Ini mempercepat pergeseran konsumsi beras ke terigu. Ketika konsumen Indonesia menyantap roti akan diikuti jatuhnya korban petani padi.Para petani ini tertekan hidupnya akibat komoditas beras telah jadi inferior.

Kedua, moncernya status terigu di mata konsumen Indonesia yang tecermin dari impor yang besar akan diikuti hilangnya kesempatan ekonomi di dalam negeri berupa kehilangan devisa untuk impor gandum. Ketiga, bersamaan dengan impor gandum itu, konsumen Indonesia ikut mengimpor risiko kesehatan jasmani dan kesehatan mental bangsa.

Yang mengejutkan, karena mudah didapat dan harganya murah, perubahan pola konsumsi warga ke terigu, terutama yang berpenghasilan rendah, demikian cepat. Ini hanya terjadi di Indonesia, tidak di negara Asia lain. Ini baik dari sisi diversifikasi. Tapi ini diversifikasi salah kaprah. Karena bergeser ke pangan impor, bukan pangan lokal.

Idealnya, diversifikasi pangan mengarah ke pangan lokal. Ini bukan mustahil. Tapi, mengeser pola diet itu perlu kebijakan hulu-hilir, radikal, konsisten, dan memihak kepentingan domestik. Kandidatnya banyak: sorgum, sagu, ubi kayu (mocaf), jagung, ubi jalar, sukun, dan yang lain. Intinya, semua pangan lokal yang sudah siap masuk pasar dan mengisi kebutuhan tepung industri bisa jadi kandidat.

Mengapa harus tepung? Selain memudahkan fortifikasi, juga gampang diolah jadi aneka penganan sesuai selera. Setidaknya ada lima hal yang diperlukan agar peta diversifikasi pangan tak layu dan mati.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Urgensi Cadangan Beras...
Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Tepis Feri Amsari, HKTI...
Tepis Feri Amsari, HKTI Sebut Kondisi Riil Stok Beras Melimpah
Prabowo: Minimal Kita...
Prabowo: Minimal Kita Aman dalam Masalah Pangan
Prabowo: Saya Ingin...
Prabowo: Saya Ingin Jadi Presiden dengan Prestasi Harga-Harga Pangan Turun
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
Manohara Masih Doyan...
Manohara Masih Doyan Mi Instan tapi Tubuh Tetap Langsing, Ini Rahasianya!
Rekomendasi
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved