Waspada, Media Sosial Dapat Memicu Perilaku Menyimpang
Jum'at, 12 Mei 2023 - 21:54 WIB
loading...
A
A
A
“Ada beragam cara untuk kita bisa menenangkan emosi. Misalnya, dengan Magic finger. Jadi kalau kita ngerasa cemas, kita pegang tangan yang misalnya salah satu tangan ini untuk tarik nafas 10 menit atau 2 menit gitu,” ungkap Anastasia, Jumat (12/5/2023).
Baca juga: Anggota DPR Ajak Warga Bijak Bermedsos: Saring Sebelum Sharing
Sedangkan Into The Light Indonesia Yosafat Kevin sebagi komunitas pencegahan bunuh diri, jika perilaku menyakiti diri ini dipamerkan di media sosial, maka dapat mengakibatkan efek domino, karena ada kecenderungan mengajak orang lain juga mengikuti perilaku self-harm. Saat ini, perilaku self harm atau self injuri ini, marak dilakukan oleh anak usia muda yang merasa harus mengikuti tren tertentu karena takut dianggap ketinggalan zaman atau fear of missing out.
Usia remaja menjadi rentan, karena usia remaja mulai masuk fase memiliki emosi yang lebih kompleks. Bahkan, terkadang emosi yang dirasakan juga cepat sekali berubah. Karena itu, menggunakan media sosial dengan bijak, dan mampu mengontrol penggunaan media sosial, dengan cara mengikuti sosial media dengan konten-konten yang positif.
“Memberikan edukasi kepada orang lain memang harus diawali dari diri kita sendiri. Apakah kita sudah siap secara energi, emosional, dan pengetahuan kita untuk memberikan satu intervensi kepada orang lain. Supaya kita tidak terpengaruh,” ucapnya.
Baca juga: Anggota DPR Ajak Warga Bijak Bermedsos: Saring Sebelum Sharing
Sedangkan Into The Light Indonesia Yosafat Kevin sebagi komunitas pencegahan bunuh diri, jika perilaku menyakiti diri ini dipamerkan di media sosial, maka dapat mengakibatkan efek domino, karena ada kecenderungan mengajak orang lain juga mengikuti perilaku self-harm. Saat ini, perilaku self harm atau self injuri ini, marak dilakukan oleh anak usia muda yang merasa harus mengikuti tren tertentu karena takut dianggap ketinggalan zaman atau fear of missing out.
Usia remaja menjadi rentan, karena usia remaja mulai masuk fase memiliki emosi yang lebih kompleks. Bahkan, terkadang emosi yang dirasakan juga cepat sekali berubah. Karena itu, menggunakan media sosial dengan bijak, dan mampu mengontrol penggunaan media sosial, dengan cara mengikuti sosial media dengan konten-konten yang positif.
“Memberikan edukasi kepada orang lain memang harus diawali dari diri kita sendiri. Apakah kita sudah siap secara energi, emosional, dan pengetahuan kita untuk memberikan satu intervensi kepada orang lain. Supaya kita tidak terpengaruh,” ucapnya.
Lihat Juga :