Gaung Kehumasan di Podcast
Rabu, 22 Juli 2020 - 10:43 WIB
loading...
A
A
A
Podcast menawarkan banyak kemudahan terlebih dalam hal audio, kita sebagai penikmat hanya tinggal mengunduh apa yang kita butuhkan melalui gadget yang kita punya. Namun, saat ini poadcast dapat langsung didengar melalui banyak aplikasi yang tersedia dan terhubung dengan smartphone kita seperti Spotify.
PR saat ini berfokus pada lima variabel umum: kepercayaan, kredibilitas, hubungan, reputasi, dan kepercayaan (Stacks, 2017). Arthur W. Page menambahkan, persepsi publik terhadap sebuah organisasi ditentukan dari apa yang dilakukannya dan dari apa yang dikatakannya. Peran PR semakin luas dan cara yang ditempuh pun semakin beragam. PR akan selalu dihadapkan pada kegiatan yang melibatkan lingkungan internal dan eksternal.
Podcast dapat menciptakan beberapa peluang untuk membuat suatu jenis pekerjaan menjadi lebih humanis untuk dikonsumsi oleh publik, khususnya jenis-jenis pekerjaan yang terkait dengan pelayanan masyarakat (akademik maupun non akademik) (Kinkaid, Brain, dan Senanayake, 2019).
Pertama, karena podcast sering mengambil bentuk kolaboratif. Podcast dapat dibuat melalui metode partisipatif dengan mengundang narasumber yang ahli di bidangnya. Dengan demikian, informasi dan pengetahuan dapat bermanfaat bagi para pendengar dengan beragam profesi.
Bagi praktisi PR, cara ini merupakan cara praktis untuk mengenalkan dan menjelaskan kegiatan kehumasan yang dilakukan sehari-hari. Para praktisi dapat mengundang narasumber seprofesi sebagai pembicara dan saling berbagi pengalaman selama menjadi PR. Hal itu akan membuat informasi dan pengetahuan tentang PR dapat diketahui oleh bahkan orang-orang di luar profesi PR.
Kedua, podcast umumnya menggunakan bahasa informal atau sehari-hari, sehingga dapat menjadi konten yang menarik bagi khalayak luas. Selain itu, beragam suara yang sertakan di dalam konten misalnya interlude dan backsound juga dapat meningkatkan daya tarik para pendengar.
PR saat ini berfokus pada lima variabel umum: kepercayaan, kredibilitas, hubungan, reputasi, dan kepercayaan (Stacks, 2017). Arthur W. Page menambahkan, persepsi publik terhadap sebuah organisasi ditentukan dari apa yang dilakukannya dan dari apa yang dikatakannya. Peran PR semakin luas dan cara yang ditempuh pun semakin beragam. PR akan selalu dihadapkan pada kegiatan yang melibatkan lingkungan internal dan eksternal.
Podcast dapat menciptakan beberapa peluang untuk membuat suatu jenis pekerjaan menjadi lebih humanis untuk dikonsumsi oleh publik, khususnya jenis-jenis pekerjaan yang terkait dengan pelayanan masyarakat (akademik maupun non akademik) (Kinkaid, Brain, dan Senanayake, 2019).
Pertama, karena podcast sering mengambil bentuk kolaboratif. Podcast dapat dibuat melalui metode partisipatif dengan mengundang narasumber yang ahli di bidangnya. Dengan demikian, informasi dan pengetahuan dapat bermanfaat bagi para pendengar dengan beragam profesi.
Bagi praktisi PR, cara ini merupakan cara praktis untuk mengenalkan dan menjelaskan kegiatan kehumasan yang dilakukan sehari-hari. Para praktisi dapat mengundang narasumber seprofesi sebagai pembicara dan saling berbagi pengalaman selama menjadi PR. Hal itu akan membuat informasi dan pengetahuan tentang PR dapat diketahui oleh bahkan orang-orang di luar profesi PR.
Kedua, podcast umumnya menggunakan bahasa informal atau sehari-hari, sehingga dapat menjadi konten yang menarik bagi khalayak luas. Selain itu, beragam suara yang sertakan di dalam konten misalnya interlude dan backsound juga dapat meningkatkan daya tarik para pendengar.