JK Pesimistis Wacana Koalisi Besar di Pilpres 2024 Terwujud
Minggu, 07 Mei 2023 - 11:58 WIB
loading...
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pesimistis wacana koalisi besar di Pilpres 2024 terwujud. Foto/Dok MPI/Novie Fauziah
A
A
A
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla ( JK ) pesimistis wacana koalisi besar di Pilpres 2024 terwujud. Hal itu dikatakan JK merespons pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin bahwa ide soal koalisi besar terus diupayakan meski tidak mudah.
"Saya sudah jawab kemarin, bahwa itu suatu ide wacana yang baik, tapi secara pelaksanaan politiknya sulit," kata JK usai ditemui Cak Imin di Jakarta Selatan, Sabtu (6/5/2023) malam.
JK mengatakan, minimal ada tiga nama pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam pemilu. Sehingga, wacana koalisi besar yang hanya akan berujung pada dua calon presiden akan sulit terwujud.
Baca juga: Cak Imin Sebut Koalisi Besar Terus Diusahakan Agar Terwujud
"Karena tidak mudah untuk dalam jumlah semuanya akan bersatu dalam 1 calon. Dan ini namanya pemilu, kalau calonnya cuma 1 atau 2 itu tidak dibenarkan, dalam sejarah di Indonesia tidak pernah terjadi. Minimal 3 (calon). Demokrasi berjalan, tidak bisa dipaksakan. Kepentingannya berbeda," pungkasnya.
Sebelumnya, wacana mengenai koalisi besar kembali mencuat saat momentum Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan semua pimpinan partai politik (parpol) pendukung pemerintah, kecuali Partai Nasdem, pada Selasa (2/5/2023). Adapun sejumlah pimpinan parpol yang diundang adalah PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB, PAN, dan PPP.
"Saya sudah jawab kemarin, bahwa itu suatu ide wacana yang baik, tapi secara pelaksanaan politiknya sulit," kata JK usai ditemui Cak Imin di Jakarta Selatan, Sabtu (6/5/2023) malam.
JK mengatakan, minimal ada tiga nama pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam pemilu. Sehingga, wacana koalisi besar yang hanya akan berujung pada dua calon presiden akan sulit terwujud.
Baca juga: Cak Imin Sebut Koalisi Besar Terus Diusahakan Agar Terwujud
"Karena tidak mudah untuk dalam jumlah semuanya akan bersatu dalam 1 calon. Dan ini namanya pemilu, kalau calonnya cuma 1 atau 2 itu tidak dibenarkan, dalam sejarah di Indonesia tidak pernah terjadi. Minimal 3 (calon). Demokrasi berjalan, tidak bisa dipaksakan. Kepentingannya berbeda," pungkasnya.
Sebelumnya, wacana mengenai koalisi besar kembali mencuat saat momentum Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan semua pimpinan partai politik (parpol) pendukung pemerintah, kecuali Partai Nasdem, pada Selasa (2/5/2023). Adapun sejumlah pimpinan parpol yang diundang adalah PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB, PAN, dan PPP.
Lihat Juga :