Cak Imin Sebut Koalisi Besar Terus Diusahakan Agar Terwujud
Minggu, 07 Mei 2023 - 03:01 WIB
loading...
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan ide soal koalisi besar terus diupayakan. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan ide soal koalisi besar terus diupayakan. Menurutnya, meski tidak mudah, hal tersebut harus diusahakan agar terwujud.
"Koalisi besar memang terus diusahakan, meskipun tidak mudah dan bahkan menurut Pak JK sulit terjadi, tapi namannya juga usaha siapa tahu gitu," kata Cak Imin usai pertemuan dengan Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) di Jakarta Selatan, Sabtu (6/5/2023) malam.
DI kesempatan yang sama, JK memandang bahwa ide koalisi besar merupakan wacana yang baik. Namun, secara praktiknya hal itu sulit terwujud. Pasalnya, terbentuknya koalisi besar hanya akan berujung pada dua calon presiden.
Baca juga: Sowan ke JK, Cak Imin Ngaku Dapat Banyak Nasihat dan Bimbingan
"Dan ini namanya pemilu, kalau calonnya cuma satu atau dua itu tidak dibenarkan, dalam sejarah di Indonesia tidak pernah terjadi. Minimal tiga. Demokrasi berjalan, tidak bisa dipaksakan. Kepentingannya berbeda," pungkasnya.
Wacana mengenai koalisi besar kembali muncul saat Presiden Joko Widodo mengumpulkan semua pimpinan partai politik (parpol) pendukung pemerintah, kecuali Partai Nasdem, pada Selasa, 2 Mei 2023. Adapun sejumlah pimpinan parpol komposisi koalisi besar yang diundang adalah PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB, PAN, dan PPP.
Baca juga: Satu Parpol Ingin Gabung Koalisi Besar, PKB dan Golkar Segera Bertemu Lagi
"Koalisi besar memang terus diusahakan, meskipun tidak mudah dan bahkan menurut Pak JK sulit terjadi, tapi namannya juga usaha siapa tahu gitu," kata Cak Imin usai pertemuan dengan Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) di Jakarta Selatan, Sabtu (6/5/2023) malam.
DI kesempatan yang sama, JK memandang bahwa ide koalisi besar merupakan wacana yang baik. Namun, secara praktiknya hal itu sulit terwujud. Pasalnya, terbentuknya koalisi besar hanya akan berujung pada dua calon presiden.
Baca juga: Sowan ke JK, Cak Imin Ngaku Dapat Banyak Nasihat dan Bimbingan
"Dan ini namanya pemilu, kalau calonnya cuma satu atau dua itu tidak dibenarkan, dalam sejarah di Indonesia tidak pernah terjadi. Minimal tiga. Demokrasi berjalan, tidak bisa dipaksakan. Kepentingannya berbeda," pungkasnya.
Wacana mengenai koalisi besar kembali muncul saat Presiden Joko Widodo mengumpulkan semua pimpinan partai politik (parpol) pendukung pemerintah, kecuali Partai Nasdem, pada Selasa, 2 Mei 2023. Adapun sejumlah pimpinan parpol komposisi koalisi besar yang diundang adalah PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB, PAN, dan PPP.
Baca juga: Satu Parpol Ingin Gabung Koalisi Besar, PKB dan Golkar Segera Bertemu Lagi
Lihat Juga :