MUI Bentuk Tim Usut Penembakan di Kantor Pusat
Kamis, 04 Mei 2023 - 12:49 WIB
loading...
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat membentuk tim untuk menginvestigasi kasus penembakan Kantor MUI di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2023). FOTO/MPI/WIDYA MICHELLA
A
A
A
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Pusat membentuk tim untuk menginvestigasi kasus penembakan Kantor MUI di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2023). Penembakan dilakukan oleh Mustopa NR, pria burusia 60 tahun asal Lampung, yang kini telah meninggal dunia.
"Kami menduga dia tidak berdiri sendiri, dia bagian dari aktor karena tadi melihat data-data yang makin hari makin kita temukan. Oleh karenanya kami telah membentuk tim," kata Wakil Sekjen MUI Bidang Hukum dan HAM Ikhsan Abdullah kepada wartawan di kantor MUI, Kamis (4/5/2023).
Tim diketuai Prof Noor Achmad didampingi Wakil Ketua Asrorun Niam Sholeh. Tim berjumlah 9 orang itu juga turut beranggotakan KH Cholil Nafis hingga Juru bicara wakil presiden (wapres), Masduki Baidlowi.
Baca juga: 2 Hari Pasca-penembakan, Begini Suasana Kantor MUI Pusat
"Ada Cholil Nafis, jubir wapres Masduki. Sebagai pengarah semua waketum mulai dari KH Marsudi Syuhud, Anwar Abbas, Buya Basri, jumlah total 9 orang," katanya.
Selanjutnya tim bekerja sama dengan pihak kepolisian guna mengungkap motif penembakan tersebut. "Kami bekerja sama dengan aparat polisi tentu berharap sekali aparat polisi bisa bekerja dengan baik dengan kami untuk bisa mengungkap tabir yang masih gelap," katanya.
Menurutnya, kasus penembakan di Kantor MUI Pusat tidak boleh dibiarkan. Sebab MUI merupakan mahkota dari seluruh umat Islam di Indonesia. "Tidak boleh ini menjadi hal yang biasa saja, dibiarkan sebagaimana penyerangan-penyerangan di tempat lain. Ini adalah mahkota dari umat Islamnya itu MUI," katanya.
"Kami menduga dia tidak berdiri sendiri, dia bagian dari aktor karena tadi melihat data-data yang makin hari makin kita temukan. Oleh karenanya kami telah membentuk tim," kata Wakil Sekjen MUI Bidang Hukum dan HAM Ikhsan Abdullah kepada wartawan di kantor MUI, Kamis (4/5/2023).
Tim diketuai Prof Noor Achmad didampingi Wakil Ketua Asrorun Niam Sholeh. Tim berjumlah 9 orang itu juga turut beranggotakan KH Cholil Nafis hingga Juru bicara wakil presiden (wapres), Masduki Baidlowi.
Baca juga: 2 Hari Pasca-penembakan, Begini Suasana Kantor MUI Pusat
"Ada Cholil Nafis, jubir wapres Masduki. Sebagai pengarah semua waketum mulai dari KH Marsudi Syuhud, Anwar Abbas, Buya Basri, jumlah total 9 orang," katanya.
Selanjutnya tim bekerja sama dengan pihak kepolisian guna mengungkap motif penembakan tersebut. "Kami bekerja sama dengan aparat polisi tentu berharap sekali aparat polisi bisa bekerja dengan baik dengan kami untuk bisa mengungkap tabir yang masih gelap," katanya.
Menurutnya, kasus penembakan di Kantor MUI Pusat tidak boleh dibiarkan. Sebab MUI merupakan mahkota dari seluruh umat Islam di Indonesia. "Tidak boleh ini menjadi hal yang biasa saja, dibiarkan sebagaimana penyerangan-penyerangan di tempat lain. Ini adalah mahkota dari umat Islamnya itu MUI," katanya.
Lihat Juga :