PPP Apresiasi Presiden Prabowo Atas Capaian Ketahanan Pangan
Kamis, 08 Mei 2025 - 20:19 WIB
loading...
Sekjen PPP M Arwani Thomafi memuji pemerintahan Prabowo-Gibran yang berhasil mencapai kemandirian dan ketahanan pangan. Saat ini produksi beras dan jagung meningkat hingga 25%. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PPP memuji pemerintahan Prabowo-Gibran yang berhasil mencapai kemandirian dan ketahanan pangan dalam waktu cepat. Saat ini produksi beras dan jagung meningkat sangat tinggi hingga 25% dan produksinya menjadi tertinggi sepanjang sejarah.
Sekjen PPP M Arwani Thomafi mengatakan, capaian tersebut merupakan tertinggi pertama kalinya dalam sejarah.
Baca juga: PPP Siap Muktamar, Sekjen: Tak ada Pergantian Pengurus Wilayah dan Cabang
"Cadangan beras sekarang paling tinggi. Hal Ini menjadi indikator kuat bahwa strategi penguatan ketahanan pangan pemerintah efektif," ujar Gus Arwani di Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Lebih lanjut Arwani mengatakan saat ini sejumlah negara mengalami kekurangan cadangan pangan lantaran perubahan iklim dan krisis global.
Namun, Presiden Prabowo Subianto dengan strateginya yang fokus dalam ketahanan dan kemandirian pangan berhasil mencapai produksi yang sangat tinggi.
"Kita tahu sekarang ini banyak negara menghadapi krisis pangan dan bergantung pada impor, Indonesia justru surplus. Ini momentum emas yang tidak boleh kita sia-siakan. Harus kita pertahankan agar rakyat semakin sejahtera," ujarnya.
Sekjen PPP M Arwani Thomafi mengatakan, capaian tersebut merupakan tertinggi pertama kalinya dalam sejarah.
Baca juga: PPP Siap Muktamar, Sekjen: Tak ada Pergantian Pengurus Wilayah dan Cabang
"Cadangan beras sekarang paling tinggi. Hal Ini menjadi indikator kuat bahwa strategi penguatan ketahanan pangan pemerintah efektif," ujar Gus Arwani di Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Lebih lanjut Arwani mengatakan saat ini sejumlah negara mengalami kekurangan cadangan pangan lantaran perubahan iklim dan krisis global.
Namun, Presiden Prabowo Subianto dengan strateginya yang fokus dalam ketahanan dan kemandirian pangan berhasil mencapai produksi yang sangat tinggi.
"Kita tahu sekarang ini banyak negara menghadapi krisis pangan dan bergantung pada impor, Indonesia justru surplus. Ini momentum emas yang tidak boleh kita sia-siakan. Harus kita pertahankan agar rakyat semakin sejahtera," ujarnya.
Lihat Juga :