Mendesak: Revisi UU Hak Cipta (2 - Tamat)

Rabu, 19 April 2023 - 07:45 WIB
loading...
A A A
Sekarang alasan ketiga tentang mendesaknya revisi UUHC adalah maraknya dunia OTT saat ini. Dalam berbagai platform berbasis digital ini, potensi pelanggaran hak cipta sebenarnya tidak hanya soal musik. Tetapi bisa juga terjadi pada film, file digital, foto, e-book, dan aneka karya yang berhak cipta lainnya yang menjadi obyek e-commerce (lihat Sindo News 13 Maret 2023).

Selain itu, dalam karya cipta lain juga sudah terjadi banyak perubahan. Misalnya dunia sinematografi. Di dunia ini telah muncul misalnya masalah rights of publicity, defamation, fair use, false light, satire, dan lain-lain. Demikian pula pada karya cipta buku, seni batik, tari, koreografi, lukisan, dan lain-lain. Di situ sangat mungkin terjadi plagiarisme atau pelanggaran hak moral Pencipta.

Akan tambah lengkap apabila dalam revisi UUHC nanti dapat diadopsi secara maksimal Beijing Treaty yang sudah diratifikasi atau disahkan Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 2 Tahun 2020 tentang Pengesahan Beijing Treaty On Audiovisual Performance (Traktat Beijing Mengenai Pertunjukan Audiovisual). Traktak ini dibuat untuk melindungi hak ekonomi dan hak moral Pelaku Pertunjukan di era digital, dan untuk meningkatkan pembangunan kreativitas nasional. Traktak itu dianggap memperbaharui sistem pelindungan karya audiovisual pelaku pertunjukan yang ditayangkan melalui media elektronik.

Dalam Traktak tersebut, misalnya, pengertian Pelaku Pertunjukan dijelaskan lebih rinci menjadi: “Aktor, penyanyi, musisi, penari dan setiap orang yang berlakon, bernyanyi, berorasi, menyampaikan, memainkan, menginterpretasikan, atau melakukan pertunjukan karya artistik dan sastra atau ekspresi folklor.” Lalu, Pelaku Pertunjukan juga memiliki hak eksklusif untuk memberikan izin penyiaran dan pengkomunikasian pertunjukan yang telah difiksasi dalam fiksasi audiovisual kepada publik.

Perubahan atau revisi UU itu nantinya akan membawa konsekuensi pada perubahan PP atau Permenkumham. Misalnya, bisa saja dikeluarkan Permenkumham yang memerinci pembagian persentasi dari royalti yang sudah ditarik dari pengguna. Misalnya, berapa persen jatah Pencipta, berapa bagian penyanyi, berapa bagian pemain, berapa bagian EO, dan seterusnya.

Singkat cerita, hukum yang baik adalah hukum yang jelas rumusannya dan efektif dalam pelaksanaannya. Maka, bagi Anda yang setuju revisi undang-undang hak cipta, silakan saja mulai ramai-ramai meneriakkan: Ayo.... Ayo..... Ayo revisi! Ayo revisi sekarang juga!
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Tindak Lanjuti Putusan...
Tindak Lanjuti Putusan MK, Dasco: DPR dan Pemerintah Bakal Bikin UU Ketenagakerjaan Baru
Pemerintah Tak Siap...
Pemerintah Tak Siap dan DPR Mangkir, Sidang Gugatan PSN di MK Diundur
Masyarakat Adat Gelar...
Masyarakat Adat Gelar Ritual Doa di MK sebelum Sidang Gugatan PSN
MK Kabulkan Gugatan...
MK Kabulkan Gugatan UU Cipta Kerja Soal Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional
Tindak Lanjuti Putusan...
Tindak Lanjuti Putusan MK, DPR Nyatakan PP 51 tentang UMP Sudah Tak Berlaku
Buruh Wanti-wanti RUU...
Buruh Wanti-wanti RUU Ketenagakerjaan: Jangan Sampai Terulang Omnibus Law Cipta Kerja
Rugi Miliaran, Bareskrim...
Rugi Miliaran, Bareskrim Bongkar Penyelewengan Gas Subsidi
Jaga Iklim Investasi,...
Jaga Iklim Investasi, Pemerintah Harus Berikan Kepastian Hukum Industri Sawit
Rekomendasi
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
Berawal dari Iseng Main...
Berawal dari Iseng Main TikTok, Ini Perjalanan Sukses Kreator Konten Nickysya
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
Berita Terkini
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved