BNPB: 32 Bencana Terjadi dari 27 Maret-2 April 2023, Berikut Rinciannya

Selasa, 04 April 2023 - 13:58 WIB
loading...
BNPB: 32 Bencana Terjadi...
BNPB menyebutkan data sebanyak 32 peristiwa bencana terjadi pada periode 27 Maret hingga 2 April 2023. Foto/Binti Mufarida/MPI
A A A
JAKARTA - Sebanyak 32 peristiwa bencana terjadi pada periode 27 Maret hingga 2 April 2023. Data ini disampaikan oleh Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari.

Abdul menjelaskan, dari kejadian bencana itu menyebabkan dua orang meninggal, 47 luka-luka, 75.021 jiwa mengungsi dan terdampak, 21.237 rumah terendam, dan 106 rumah rusak.

Kata dia, kejadian bencana dalam sepekan terakhir berkurang dari pekan sebelumnya. Sementara itu, kejadian bencana terbanyak yakni hidrometeorologi basah.

Baca juga: Sejak 2021 Terjadi 1.334 Bencana, BNPB Sebut 98% Bencana Hidrometeorologi

"Kita bisa lihat dari gambaran dari kejadian bencana sepekan, ada 32 kejadian bencana berkurang memang dari Minggu lalu," ungkap Aam sapaan akrab Abdul Muhari dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/4/2023).

"Minggu lalu kita ada 47 kejadian bencana tetapi tetap dominan di hidrometeorologi basah, ada banjir, puting beliung, dan tanah longsor, kebakaran hutan ada dua kejadian," tambahnya.

Aam mengatakan, berkurangnya kejadian bencana sepekan terakhir merupakan pertanda transisi musim hujan ke kering. "Artinya memang kita mulai masuk masa musim transisi dari hujan ke kering," ucapnya.

Pemerintah Siapkan Mitigasi Karhutla


Selain itu, Aam mengatakan, Pemerintah sudah menyiapkan mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). "Kita sudah cukup intens rapat untuk menyiapkan mitigasi karhutla, tetapi tentu saja kita tidak boleh meninggalkan kesiapsiagaan kita dalam menghadapi hidrometeorologi basah," ujarnya.

Aam menjelaskan, distribusi kejadian bencana paling banyak masih di banjir dan puting beliung. "Distribusinya sebenarnya cukup cukup merata yang dengan kebakaran hutan itu di daerah (Indonesia) lebih ke utara, memang karena faktor regional yang menyebabkan adanya awan hujan masuk ke Indonesia," tuturnya.

"Itu adalah Siklon Tropis di sebelah (selatan) sehingga dominan yang terdampak adalah Indonesia tengah, barat, bagian dari tengah ke selatan. Sedangkan yang bagian utara sudah mulai kering dan Aceh sudah mencatatkan kebakaran hutan," sambungnya.

Menurutnya, penanganan dari pulau ke pulau saat ini sudah baik, kebakaran hutan maupun bencana lainnya, banjir dan cuaca ekstrem sudah tertangani dan semua relatif sudah kondusif begitu juga yang di Jawa.

Sementara kata dia, untuk kejadian bencana di wilayah Kalimantan eskalasinya masih meluas. Ini sebenarnya masih ada yang basah Kapuas, Kapuas ini juga sekarang malah agak sedikit melebar ada eskalasi daerah terdampak karena ini seakan-akan bergerak dari hulu.

"Jadi Minggu lalu itu masih di daerah hulunya dengan masyarakat terdampak sudah cukup banyak, tapi begitu dia turun ke hilir bagian tengah dan hilir di mana populasi itu lebih padat, sehingga masyarakat terdampak itu makin makin meluas," ungkapnya.



"Nah ini cukup awet banjirnya sebenarnya, karena cuaca juga dalam hari ke hari itu hujan intensitas sedang hingga tinggi. Sehingga banjir belum surut dan mungkin juga ditopang kalau di Kalimantan ini karakteristiknya tinggi elevasi air di hulu dengan di hilir itu biasanya tidak terlalu tinggi," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Urgensi Green Campus...
Urgensi Green Campus di Tengah Krisis Ekologis
Apel Kesiapsiagaan Karhutla...
Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Riau, Menko Polkam: Negara Komitmen Pencegahan Dini
Hujan Deras Intai Indonesia...
Hujan Deras Intai Indonesia hingga Sepekan ke Depan, BNPB: Minta Masyarat Waspada
MY Esti PDIP Soroti...
MY Esti PDIP Soroti Nasib Pendidikan Anak setelah Bencana Sumatera
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
Rekomendasi
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Kapan KJP Juli 2026...
Kapan KJP Juli 2026 Cair? Simak Prediksi Jadwal Pencairan dan Nominal Bantuan
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Berita Terkini
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Hakim Tolak JPU soal...
Hakim Tolak JPU soal Uang Pengganti Rp4,8 Triliun ke Nadiem, Rekomendasikan Jalur TPPU
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Kita Tidak Ada Sponsor, Bohir Kita Hanya Allah
Vonis Nadiem Makarim,...
Vonis Nadiem Makarim, Kejaksaan Dinilai Cerdas Bongkar Korupsi Kebijakan Chromebook
Siap Hadapi Sidang Perdana...
Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didampingi 25 Advokat
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Infografis
2 Artis Hollywood Berdarah...
2 Artis Hollywood Berdarah Palestina Dapat Teror dari Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved