Dampak Perjalanan Sembahyang Leluhur Ma Ying-jeou terhadap Hubungan Lintas Selat Taiwan-China

Senin, 03 April 2023 - 18:45 WIB
loading...
A A A
Keputusan Ma Ying-jeou untuk mengunjungi daratan China dalam rangka sembahyang leluhur pasti akan mendapatkan kritik dari beberapa kekuatan politik di Taiwan, terutama dari Partai Progresif Demokratik atau DPP. Ma Ying-jeou pernah memimpin Taiwan sebagai presiden selama dua periode, dari 2008 hingga 2016. Selama masa jabatannya, Ma melakukan pendekatan dengan daratan China dengan slogan "tidak ada unifikasi, tidak ada kemerdekaan, dan tidak ada pengerahan kekuatan militer" dalam hubungan antara Taiwan dan China. Dia juga memperjuangkan hubungan ekonomi yang lebih erat dengan China, termasuk dengan menandatangani Persetujuan Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (ECFA) pada 2010.

Ma Ying-jeou mengunjungi daratan China dalam rangka sembahyang leluhur menunjukkan bahwa ia memiliki keyakinan dan kemauan politik yang kuat dalam pendekatan yang lebih dekat dengan China. Hal ini menunjukkan bahwa Ma Ying-jeou memiliki keterampilan dan kemampuan untuk menavigasi hubungan yang kompleks antara kedua belah pihak.

Namun, kritik terhadap keputusan Ma Ying-jeou juga dapat mengacu pada kemungkinan tujuan politiknya dalam kunjungan tersebut, seperti menentang kunjungan Presiden Tsai Ing-wen ke Amerika Serikat. Hal ini memang dapat menjadi alasan yang masuk akal, mengingat hubungan politik yang tegang antara China dan Amerika Serikat, serta posisi Taiwan sebagai objek dalam hubungan tersebut.

Secara keseluruhan, keputusan Ma Ying-jeou untuk mengunjungi daratan China dalam rangka sembahyang leluhur dapat diinterpretasikan dalam berbagai cara oleh berbagai kekuatan politik. Namun, fakta bahwa dia masih memiliki pengaruh politik dan keyakinan dalam pendekatan yang lebih dekat dengan China menunjukkan bahwa dia tetap menjadi tokoh politik yang berpengaruh di Taiwan.

Kunjungan Ma Ying-jeou ke daratan China sejalan dengan kebijakan umum Beijing saat ini, yaitu mempromosikan pertukaran lintas selat dan mendinginkan konflik di Selat Taiwan. Ini dapat dianggap sebagai upaya untuk menciptakan stabilitas dan meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua belah pihak.

Namun, terkait dengan sikap dari pejabat Beijing terhadap kedatangan Ma Ying-jeou di daratan China, dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pandangan politik pihak-pihak yang ada di sana dan kemungkinan pengaruh yang dimiliki Ma Ying-jeou pada Front Unifikasi. Daratan China mungkin menghormati kemauan politik Ma Ying-jeou, tetapi tidak ingin menggunakan kunjungannya sebagai mesin penggerak untuk Persatuan seluruh China atau melibatkan diri dalam politik Taiwan yang sensitif.

Upaya untuk menciptakan keseimbangan antara mempromosikan hubungan yang lebih dekat antara Taiwan dan China dengan menghormati pandangan politik dan budaya yang berbeda di kedua belah pihak akan menjadi tantangan yang kompleks. Namun, upaya untuk membangun dialog dan kerja sama antara kedua belah pihak sangat penting untuk mencapai tujuan ini dan untuk menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan Asia Timur.

Sikap politik Ma Ying-jeou dan keputusannya untuk mengunjungi daratan China masih kontroversial dan dapat diinterpretasikan berbeda oleh berbagai pihak. Ada yang mendukung keputusannya dan menganggapnya sebagai tindakan yang positif untuk mempromosikan perdamaian dan kerja sama lintas selat, sementara ada pula yang menentang keputusannya dan menganggapnya sebagai tindakan yang dapat mengancam kedaulatan dan integritas Taiwan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Rekomendasi
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China 'Rising Before Fate' di V+Short, Simak Sinopsisnya
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Tamara Tyasmara Mimpi...
Tamara Tyasmara Mimpi Didatangi Dante, Lalu Temukan Fakta Ini
Berita Terkini
Penampakan Bupati Lombok...
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Pakai Rompi Oranye KPK
Wamenaker Aplikasi Dermaga...
Wamenaker Aplikasi Dermaga Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi Koperasi TKBM
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
Harlah ke-28 PKB, Perempuan...
Harlah ke-28 PKB, Perempuan Bangsa Gelar 2 Agenda Akbar Perkuat Mesin Organisasi
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Infografis
Mengapa Taiwan Khawatir...
Mengapa Taiwan Khawatir akan Diinvasi China pada 2027?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved