Kemendagri Minta Pemda Perhatikan Kebijakan Adaptasi Perubahan Iklim
Kamis, 16 Maret 2023 - 01:45 WIB
loading...
Sekretaris BSKDN Kemendagri Kurniasih meminta pemerintah daerah (pemda) terutama kabupaten/kota di wilayah pesisir memperhatikan kebijakan terkait adaptasi perubahan iklim. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) meminta pemerintah daerah (pemda) terutama kabupaten/kota di wilayah pesisir memperhatikan kebijakan terkait adaptasi perubahan iklim . Sebab, daerah itu dinilai punya potensi cukup tinggi terhadap terjadinya bencana banjir rob.
Sekretaris BSKDN Kemendagri Kurniasih menuturkan, banjir rob didefisinisikan sebagai pasang besar yang menyebabkan luapan air laut. Dia mengatakan, kondisi itu terjadi secara berulang pada daerah pesisir yang rendah atau rawa-rawa pantai.
Dia menjelaskan, bencana banjir rob disebabkan oleh banyak faktor meliputi faktor pasang surut, penurunan muka tanah, hingga faktor lainnya. Dia mengungkapkan, berdasarkan data Internasional Monetary Fund (IMF), per Mei 2022 permukaan air laut Indonesia telah meningkat 62,3 milimeter (mm).
Baca juga: Masalah Global Warming Dinilai Perlu Jadi Perhatian Bersama
"Adanya skenario kenaikan muka air laut karena pemanasan global ini dikhawatirkan akan memperbesar dampak bajir rob, bahkan akan semakin parah kondisinya karena adanya genangan air hujan atau banjir kiriman, hingga adanya banjir lokal akibat saluran drainase yang kurang terawat," katanya saat mewakili Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo memberi sambutan dalam acara Lokakarya Penguatan Kolaborasi Kebijakan Pemerintahan Daerah dalam Penanganan Banjir Rob yang berlangsung secara daring dan luring dari Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Rabu (15/3/2023).
Dia membeberkan, fenomena banjir rob di beberapa daerah juga disebabkan oleh penurunan tanah (land subsidence). Dia menambahkan, faktor tersebut paling berbahaya karena sering tidak disadari oleh masyarakat.
Sekretaris BSKDN Kemendagri Kurniasih menuturkan, banjir rob didefisinisikan sebagai pasang besar yang menyebabkan luapan air laut. Dia mengatakan, kondisi itu terjadi secara berulang pada daerah pesisir yang rendah atau rawa-rawa pantai.
Dia menjelaskan, bencana banjir rob disebabkan oleh banyak faktor meliputi faktor pasang surut, penurunan muka tanah, hingga faktor lainnya. Dia mengungkapkan, berdasarkan data Internasional Monetary Fund (IMF), per Mei 2022 permukaan air laut Indonesia telah meningkat 62,3 milimeter (mm).
Baca juga: Masalah Global Warming Dinilai Perlu Jadi Perhatian Bersama
"Adanya skenario kenaikan muka air laut karena pemanasan global ini dikhawatirkan akan memperbesar dampak bajir rob, bahkan akan semakin parah kondisinya karena adanya genangan air hujan atau banjir kiriman, hingga adanya banjir lokal akibat saluran drainase yang kurang terawat," katanya saat mewakili Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo memberi sambutan dalam acara Lokakarya Penguatan Kolaborasi Kebijakan Pemerintahan Daerah dalam Penanganan Banjir Rob yang berlangsung secara daring dan luring dari Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Rabu (15/3/2023).
Dia membeberkan, fenomena banjir rob di beberapa daerah juga disebabkan oleh penurunan tanah (land subsidence). Dia menambahkan, faktor tersebut paling berbahaya karena sering tidak disadari oleh masyarakat.
Lihat Juga :