Kisah Idjon Djanbi yang Semprot Kopassus sebelum Embuskan Napas Terakhir
Jum'at, 10 Maret 2023 - 17:26 WIB
loading...
A
A
A
Karena punya pengalaman lebih di militer asing, Idjon Djanbi dinilai punya keahlian dalam hal penggunaan senjata dan pertarungan tangan kosong. Dia lantas dipilih untuk jadi pelatih sipil di CIC II. Namun sang pria Belanda itu meminta untuk diberikan pangkat yang lebih tinggi ketimbang calon siswanya.
Pembentukan pasukan elit militer ini akhirnya mulai membuahkan hasil dengan sukses mengatasi pemberontakan DI/TII dan PRRI/Permesta.
Dari sanalah muncul niat untuk membentuk pasukan khusus di Angkatan Darat. Pengangkatan Idjon menjadi Mayor Infanteri TNI dengan NRP 17665 ini diputuskan Menteri Pertahanan kala itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada 1 April 1952.
Idjon lantas mendapat tugas untuk melatih para perwira dan bintara dalam pembentukan pasukan khusus.
Hingga pada 1 April 1952 terbentuklah Pasukan khusus Kesatuan Komando Teritorium Tentara III/Siliwangi, disingkat Kesko III yang menjadikan sosok Idjon sebagai pemimpinnya.
Pembentukan pasukan elit militer ini akhirnya mulai membuahkan hasil dengan sukses mengatasi pemberontakan DI/TII dan PRRI/Permesta.
Dari sanalah muncul niat untuk membentuk pasukan khusus di Angkatan Darat. Pengangkatan Idjon menjadi Mayor Infanteri TNI dengan NRP 17665 ini diputuskan Menteri Pertahanan kala itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada 1 April 1952.
Idjon lantas mendapat tugas untuk melatih para perwira dan bintara dalam pembentukan pasukan khusus.
Hingga pada 1 April 1952 terbentuklah Pasukan khusus Kesatuan Komando Teritorium Tentara III/Siliwangi, disingkat Kesko III yang menjadikan sosok Idjon sebagai pemimpinnya.
Lihat Juga :