Menyambung Karomah dan Keberkahan di Makam Sunan Gunung Jati
Jum'at, 10 Maret 2023 - 09:11 WIB
loading...
A
A
A
Nama asli Sunan Gunung Jati adalah Syarif Hidayatullah, atau disebut juga Sayyid Al-Kamil. Pada 1470, Sunan Gunung Jati menginjakkan kaki di Cirebon. Dan baru pada 1479, beliau diangkat sebagai Raja Cirebon ke-2, atau Kesultanan Cirebon. Sunan Gunung Jati wafat di usia 120 tahun, tepatnya di tahun 1568 Masehi.
baca juga: Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Dibangun dalam Semalam Zaman Sunan Gunung Jati
Makam Sunan Gunung Jati terletak di area pemakaman yang paling tinggi, atau biasa disebut dengan pintu ke-9. Untuk menuju lokasi utama makam Sunan Gunung Jati terdapat akses berupa tangga, dan melalui beberapa pintu utama yang berjumlah 9 pintu.
![Menyambung Karomah dan Keberkahan di Makam Sunan Gunung Jati]()
Peziarah berdoa di makam Syech Nurjati yang letaknya terpisah jalan dengan
makam Sunan Gunung Jati.
“Hanya saja, tidak sembarang orang bisa masuk dan diijinkan ke lokasi utama Makam Sunan Gunung Jati. Salah-satu yang diperbolehkan adalah keturunan Sunan Gunung Jati,” kata Kadi, 43, petugas di komplek makam Sunan Gunung Jati.
baca juga: Gagalnya Sunan Gunung Jati Mengislamkan Prabu Siliwangi dan Asal Usul Penduduk Baduy Dalam
Selain itu, bagi para peziarah yang datang biasanya dianjurkan untuk mandi di lokasi tujuh sumur. Lokasinya berada di seberang kawasan Makam Sunan Gunung Jati. Adapun nama 9 pintu utama yang ada di kawasan Makam Sunan Gunung Jati, yakni Pintu Pasujudan, Pintu Gapura, Pintu Krapyak, Pintu Ratnakomala, Pintu Jinem, Pintu Rararog, Pintu Kaca, Pintu Bacem, dan Pintu Teratai.
Berkah Mengalir hingga Daerah Tetangga
Setiap menjelang bulan Ramadan dan hari-hari besar Islam, hal yang lazim banyak umat muslim berziarah ke makam Sunan Gunung Jati. Bahkan, jumlah pengunjung setiap tahunnya semakin meningkat dan dengan sendirinya menciptakan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
![Menyambung Karomah dan Keberkahan di Makam Sunan Gunung Jati]()
Peziarah menikmati alam pegunungan Wisata Guci, Tegal, Jawa Tengah,
usai berziarahdari makam Sunan Gunung Jati.
Dengan adanya wisata religi komplek pemakaman Sunan Gunung Jati di Desa Astana, Cirebon, dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dengan membuka usaha untuk merubah kehidupan yang lebih baik lagi. Malah, berkah dari ziarah kubur Sunan Gunung Jati mengalir jauh hingga ke daerah-daerah sekitar Cirebon. Salah satunya destinasi wisata Guci, Tegal, Jawa Tengah.
baca juga: Rara Tepasan, Istri Sunan Gunung Jati yang Menghilangkan Budaya Sunda di Keraton Cirebon
Usai berziarah ke makam Sunan Gunung Jati, rombongan peziarah yang rata-rata mengendarai bus kebanyakan melipir ke kawasan wisata yang terletak di kaki gunung Slamet ini, yang hanya berjarak sekitar 40 km dari Cirebon atau 1,5 jam perjalanan jika mengendarai mobil.
Di kawasan pegunungan berhawa sejuk ini, para peziarah melepas penat sembari menikmati keindahan alam dan mandi air panas alami yang bersumber dari Gunung Slamet. Peziarah juga ada yang asyik berburu makanan tradisional, bergembira ria di wahana permainan, hingga menyewa vila atau rumah-rumah penduduk yang dijadikan penginapan, sebelum akhirnya berbelanja oleh-oleh khas daerah Guci, Tegal untuk dibawa pulang.
![Menyambung Karomah dan Keberkahan di Makam Sunan Gunung Jati]()
Gerbang masuk kawasan wisata Guci, Tegal, Jawa Tengah. Kawasan pegunungan
berhawa sejuk ini menjadi salah satu pilihan berwisata usai berziarah dari makam
Sunan Gunung Jati, Cirebon.
“Alhamdulillah, rata-rata orang-orang yang datang ke sini menginap dan berbelanja oleh-oleh. Biasa Sabtu dan Minggu, atau hari-hari libur tanggal merah banyak yang datang. Mereka menikmati keindahan alam terutama mandi air panas yang mengalir alami dari gunung Slamet,” kata Asep, warga setempat yang membuka usaha angkringan di kawasan wisata Guci.
baca juga: Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Dibangun dalam Semalam Zaman Sunan Gunung Jati
Makam Sunan Gunung Jati terletak di area pemakaman yang paling tinggi, atau biasa disebut dengan pintu ke-9. Untuk menuju lokasi utama makam Sunan Gunung Jati terdapat akses berupa tangga, dan melalui beberapa pintu utama yang berjumlah 9 pintu.

Peziarah berdoa di makam Syech Nurjati yang letaknya terpisah jalan dengan
makam Sunan Gunung Jati.
“Hanya saja, tidak sembarang orang bisa masuk dan diijinkan ke lokasi utama Makam Sunan Gunung Jati. Salah-satu yang diperbolehkan adalah keturunan Sunan Gunung Jati,” kata Kadi, 43, petugas di komplek makam Sunan Gunung Jati.
baca juga: Gagalnya Sunan Gunung Jati Mengislamkan Prabu Siliwangi dan Asal Usul Penduduk Baduy Dalam
Selain itu, bagi para peziarah yang datang biasanya dianjurkan untuk mandi di lokasi tujuh sumur. Lokasinya berada di seberang kawasan Makam Sunan Gunung Jati. Adapun nama 9 pintu utama yang ada di kawasan Makam Sunan Gunung Jati, yakni Pintu Pasujudan, Pintu Gapura, Pintu Krapyak, Pintu Ratnakomala, Pintu Jinem, Pintu Rararog, Pintu Kaca, Pintu Bacem, dan Pintu Teratai.
Berkah Mengalir hingga Daerah Tetangga
Setiap menjelang bulan Ramadan dan hari-hari besar Islam, hal yang lazim banyak umat muslim berziarah ke makam Sunan Gunung Jati. Bahkan, jumlah pengunjung setiap tahunnya semakin meningkat dan dengan sendirinya menciptakan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Peziarah menikmati alam pegunungan Wisata Guci, Tegal, Jawa Tengah,
usai berziarahdari makam Sunan Gunung Jati.
Dengan adanya wisata religi komplek pemakaman Sunan Gunung Jati di Desa Astana, Cirebon, dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dengan membuka usaha untuk merubah kehidupan yang lebih baik lagi. Malah, berkah dari ziarah kubur Sunan Gunung Jati mengalir jauh hingga ke daerah-daerah sekitar Cirebon. Salah satunya destinasi wisata Guci, Tegal, Jawa Tengah.
baca juga: Rara Tepasan, Istri Sunan Gunung Jati yang Menghilangkan Budaya Sunda di Keraton Cirebon
Usai berziarah ke makam Sunan Gunung Jati, rombongan peziarah yang rata-rata mengendarai bus kebanyakan melipir ke kawasan wisata yang terletak di kaki gunung Slamet ini, yang hanya berjarak sekitar 40 km dari Cirebon atau 1,5 jam perjalanan jika mengendarai mobil.
Di kawasan pegunungan berhawa sejuk ini, para peziarah melepas penat sembari menikmati keindahan alam dan mandi air panas alami yang bersumber dari Gunung Slamet. Peziarah juga ada yang asyik berburu makanan tradisional, bergembira ria di wahana permainan, hingga menyewa vila atau rumah-rumah penduduk yang dijadikan penginapan, sebelum akhirnya berbelanja oleh-oleh khas daerah Guci, Tegal untuk dibawa pulang.

Gerbang masuk kawasan wisata Guci, Tegal, Jawa Tengah. Kawasan pegunungan
berhawa sejuk ini menjadi salah satu pilihan berwisata usai berziarah dari makam
Sunan Gunung Jati, Cirebon.
“Alhamdulillah, rata-rata orang-orang yang datang ke sini menginap dan berbelanja oleh-oleh. Biasa Sabtu dan Minggu, atau hari-hari libur tanggal merah banyak yang datang. Mereka menikmati keindahan alam terutama mandi air panas yang mengalir alami dari gunung Slamet,” kata Asep, warga setempat yang membuka usaha angkringan di kawasan wisata Guci.
(hdr)
Lihat Juga :