Skalabilitas Rupiah Digital

Sabtu, 25 Februari 2023 - 17:04 WIB
loading...
A A A
Mengacu pada data CBDC Tracker dari Atlantic Council per Februari 2023, terhitung ada 11 negara yang sudah meluncurkan CBDC, yaitu Bahama, Anguilla, Jamaika, Antigua dan Barbuda, Saint Kitt dan Nevis, Montserrat, Dominika, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, Grenada, dan Nigeria. Hampir semuanya menggunakan teknologi DLT-Blockchain kecuali Jamaika dan Bahama yang menggunakan keduanya.

Secara teori, DLT-Blockchain memberikan beberapa keuntungan seperti tingkat resiliensi yang lebih tinggi akibat rendahnya risikosingle point of failure. Melalui sistem DLT-Blockchain, CBDC dapat terus beroperasi bahkan tanpa bank sentral sendiri. Akan tetapi, ini berpotensi memicu konflik bilamana tidak tercapai konsesus dalam persetujuan suatu transaksi.

Lebih dari itu, teknologi DLT-Blockchain membutuhkan konsumsi energi dan proses yang besar. Di lain sisi, Non-DLT ini lebih efisien, gesit, hemat energi, dan mengurangi potensi terjadinyadouble spendingatau sederhananya transaksi dengan token CBDC yang sama secara berulang. Hanya saja, risikosingle point of failuremenjadi lebih besar karena hanya bergantung pada satu pihak perantara saja.

Akhir kata, semuanya kembali ke kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai oleh BI nantinya. Pastinya, bila BI ingin mencapai skalabilitas yang optimal dengan tingkat keamanan ketat, maka mau tidak mau desentralisasi harus dikurangi.

Selain itu BI harus menegaskan bahwa proses penerbitan rupiah digital masih berliku, meski masa depan rupiah digital adalah sebuah keniscayaan. Sehingga harus dipastikan pembangunan ekosistem rupiah digital direncanakan dengan baik sehingga bisa diyakinkan kepada masyarakat bahwa rupiah adalah satu-satunya mata uang yang sah di NKRI.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rupiah dan Pasar Distrust?
Rupiah dan Pasar Distrust?
Malapraktik Penguatan...
Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG
Rupiah dan Ujian Kepercayaan
Rupiah dan Ujian Kepercayaan
Desain Cetak Biru RAPBN...
Desain Cetak Biru RAPBN 2027, Prabowo Patok Kurs Rupiah Rp16.800–Rp17.500 per Dolar AS
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Rekomendasi
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Berita Terkini
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Infografis
Jurusan Kuliah yang...
Jurusan Kuliah yang Berpeluang Cepat Dapat Kerja di Era Digital
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved