Labirin Kekuasaan di Mata Ardern
Rabu, 15 Februari 2023 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
Gaya kepemimpinan Ardern selama ini didefinisikan sebagai “politics of kindness”. Dia membangun karier politik dan dunia kekuasaan politik menurut terminnya sendiri. Ardern misalnya tidak canggung memimpin delegasi Selandia Baru mengikuti prosesi sidang-sidang sangat serius di PBB tanpa risih dan kerepotan membawa puterinya yang masih bayi bernama Neve.
Pokoknya, Ardern adalah antitesa terhadap sexism dan misogyny politik. Sebagai seorang politisi perempuan, Ardern mendefinisikan dunia politik sebagai labirin yang dapat dilalui tanpa harus tersesat ataupun kehilangan jejak.
Ini merupakan cara pandang politik yang justeru di kalangan politisi kaum laki kerap menjadi dunia hitam yang sulit ditaklukkan. Sehingga dunia politik yang mereka ciptakan seringkali meninggalkan ego politik yang memangsa mereka sendiri.
Ardern yang pernah membuat headline global dengan muncul sebagai sampul di Majalah Vogue (2018) dan Time (2020), menawarkan konsep penguasaan dunia politik yang selama ini submissive menjadi lahan layanan publik penuh humility. Ardern tidak pernah ingin mengkhianatinya tetapi sekaligus tidak menghendaki kekuasaan dunia politik mendefinisikan jalan hidupnya.
Itu sebabnya Ardern leluasa dan enteng memilih tanggal ia mengundurkan diri. Meninggalkan jabatan yang membesarkan namanya serta mengajarkan orang agar tidak mudah lengket pada sesuatu yang rapuh dan sarat ilusi.
Pokoknya, Ardern adalah antitesa terhadap sexism dan misogyny politik. Sebagai seorang politisi perempuan, Ardern mendefinisikan dunia politik sebagai labirin yang dapat dilalui tanpa harus tersesat ataupun kehilangan jejak.
Ini merupakan cara pandang politik yang justeru di kalangan politisi kaum laki kerap menjadi dunia hitam yang sulit ditaklukkan. Sehingga dunia politik yang mereka ciptakan seringkali meninggalkan ego politik yang memangsa mereka sendiri.
Ardern yang pernah membuat headline global dengan muncul sebagai sampul di Majalah Vogue (2018) dan Time (2020), menawarkan konsep penguasaan dunia politik yang selama ini submissive menjadi lahan layanan publik penuh humility. Ardern tidak pernah ingin mengkhianatinya tetapi sekaligus tidak menghendaki kekuasaan dunia politik mendefinisikan jalan hidupnya.
Itu sebabnya Ardern leluasa dan enteng memilih tanggal ia mengundurkan diri. Meninggalkan jabatan yang membesarkan namanya serta mengajarkan orang agar tidak mudah lengket pada sesuatu yang rapuh dan sarat ilusi.