alexametrics

Penjelasan Dokter Reisa Terkait Definisi Kasus Corona Diubah

loading...
Penjelasan Dokter Reisa Terkait Definisi Kasus Corona Diubah
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional, dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, bahwa situasi pandemi Corona di dunia dan di Indonesia selalu berubah. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A+ A-
JAKARTA - Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 (virus Corona), dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, situasi pandemi Corona di dunia dan di Indonesia selalu berubah dari waktu ke waktu.

(Baca juga: Bertambah 1.522, Kini Ada 80.094 Kasus Positif Covid-19 di Indonesia)

Ada perkembangan penelitian dan pengetahuan tentang terapi sudah diujicobakan. Perubahan bentuk virus cara penularan dan yang paling penting diketahuinya cara mencegah yang efektif. Seperti jaga jarak pakai masker dan dengan sabun dan air mengalir.

Sesuai dengan perkembangan dan kondisi terkini Covid-19, membuat pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menerbitkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang telah ditandatangani pada 13 Juli 2020.



"Beberapa perubahan yang terjadi seperti dalam tatalaksana PCR Test lebih difokuskan untuk menjaring kasus baru," kata Reisa di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Rabu (15/7/2020).

(Baca juga: Positif Covid-19 di 412 Kabupaten/Kota di Bawah 100 Kasus)



Perubahan istilah definisi ini, kata Reisa dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. "Kini, Indonesia akan terus menggunakan terminologi baku sesuai yang dipakai oleh seluruh dunia yaitu menyebut definisi kasus dengan sebutan suspek, kasus probable, dan kasus konfirmasi," ucapnya.

Kementerian Kesehatan kata Reisa, akan menyampaikan perkembangan perkembangan terbaru ini sampai masyarakat dan pemerintah daerah serta tenaga kesehatan semua terinformasikan dengan baik.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak