Energi Baru Pemuda Muhammadiyah

Rabu, 01 Februari 2023 - 16:41 WIB
loading...
Energi Baru Pemuda Muhammadiyah
Muhammad Sukron, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Foto/Dok. Pribadi
A A A
Muhammad Sukron, ST, MT
Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah
Mahasiswa Doktoral Universitas Padjajaran Bandung

SEBAGAI salah satu elemen penting bangsa, kiprah dan kontribusi Pemuda Muhammadiyah sangatlah penting. Pemuda Muhammadiyah sejak kelahirannya 2 Mei 1932 telah mengisi detak nadi sejarahnya mengiringi perjuangan bangsa Indonesia.

Umur 90 Tahun dan menjelang satu abad, kontribusi Pemuda Muhammadiyah cukuplah besar bagi umat dan bangsa Indonesia. Namun demikian, pada umur yang semakin matang ini pula Pemuda Muhammadiyah harus terus melahirkan energi baru.

Banyak tokoh bangsa menaruh harapan besar agar organisasi pemuda Islam modernis yang merupakan aset umat dan bangsa Indonesia ini terus bergerak, bertumbuh, dan semakin matang sebagai organisasi pemuda yang bisa memberi kontribusi nyata bagi masa depan umat dan bangsa Indonesia.

Tokoh bangsa sekaligus Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nasir, ketika Milad Pemuda Muhammadiyah 2022 lalu, memberi pesan penting agar Pemuda Muhammadiyah tidak banyak beretorika, namun betul-betul menunjukkan gerak nyata di akar rumput untuk menggerakkan kemandirian dan kemajuan kaum muda Indonesia. Harapan yang serupa juga disampaikan oleh Ketua DPR Puan Maharani bahwa “kehadiran Pemuda Muhammadiyah dalam setiap aspek pembangunan bangsa selalu dinanti”.

Hal ini cukup beralasan, menggigat jumlah pemuda di Indonesia diperkirakan 65,82 juta pada 2022 lalu, setara dengan 24% dari total penduduk. Artinya, untuk mewujudkan Indonesia emas pada tahun 2045 sangat ditentukan oleh penguatan kompetensi, jati diri dan kiprah para pemuda saat ini.

Seperti yang dikatakan Menko PMK Muhadjir Effendy bahwa keberhasilan pembangunan pemuda menjadi salah satu kunci sukses dalam memanfaatkan bonus demografi. Dalam konteks ini, Pemuda Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi pemuda Islam terbesar di Indonesia diharapkan terus mengambil peran penting dalam memanfaatkan bonus demografi tersebut melalui program-program aksinya yang lebih kontekstual atau Future Oriented.

Momemtum Muktamar XVIII Pemuda Muhammadiyah dengan mengangkat tema Pemuda Negarawan Harmoni Memajukan Indonesia di Balikpapan Kalimantan Timur pada 21-24 Februari 2023 mendatang merupakan momentum yang tepat bagi seluruh kader dan simpatisan Pemuda Muhammadiyah di seluruh Tanah Air untuk merefleksikan kembali visi perjuangan dan agenda-agenda nyata yang bisa menjawab persoalan yang dihadapi kader maupun tantangan Indonesia saat ini dan di masa mendatang.

Dalam pandangan penulis, untuk menghadirkan “Pemuda Negarawan Harmoni Memajukan Indonesia”, Pemuda Muhammadiyah perlu memompa energi pergaulan yang melintas batas. Menguatkan energi kemandirian ekonomi, energi peneguhan Islam wasathiyyah, menghadirkan energi kebersamaan untuk saling asah, asih, asuh bukan sekedar slogan.

Selanjutnya menguatkan energi akademik, serta berkontribusi pada isu-isu krusial umat dan bangsa Indonesia. Di antaranya adalah masalah di bidang energi terbarukan yang selama ini hampir jarang dibicarakan oleh gerakan pemuda. Inilah yang penulis sebut sebagai Energi Baru Pemuda Muhammadiyah.

Energi Pergaulan yang Melintas Batas
Di antara karakteristik organisasi modernis dan progresif seperti Pemuda Muhammadiyah adalah sikap inklusifitasnya. Termasuk dalam membangun interaksi dan pergaulan yang melintas batas-batas perbedaan agama, suku, ras, golongan dan bahkan perbedaan latar belakang politik.

Sebagaimana Kiai Dahlan, yang mampu bergaul melintas batas. Beliau bergaul dengan tokoh-tokoh Boedi Oetomo, membangun interaksi dengan tokoh-tokoh yang berpandangan sosialis seperti Simaun, dan bahkan bekerjasama dengan dokter-dokter Belanda yang jelas-jelas Kristen dalam mengelola rumah sakit (PKO). Pergaulan Kiai Dahlan yang luas tersebut dalam pandangan Prof Haedar Nasir, menunjukkan karakter kuat dari Kiai Dahlan sebagai sosok yang mau dan mampu bergaul dengan siapapun dan kelompok manapun.

Spirit pergaulan yang ingklusif ini merupakan salah satu warisan Kiai Dahlan yang harus terus dirawat dan dimaknai dalam konteks kehidupan saat ini oleh seluruh kader Pemuda Muhammadiyah. Pergaulan yang melintas batas sudah menjadi watak organisasi modernis Muhammadiyah.

Ini dipertegas dalam 10 sifat Muhammadiyah, di antaranya kader Muhammadiyah harus “Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah (poin 2)”. Kemudian “Membantu pemerintah serta bekerjasama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun Negara untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridlai Allah SWT (poin 9).”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Hidayat Nur Wahid Apresiasi...
Hidayat Nur Wahid Apresiasi Kesepakatan Ormas Islam soal Penetapan Iduladha 27 Mei 2026
Momen Tiga Tokoh NU...
Momen Tiga Tokoh NU Mengikuti Pendidikan Kepemimpinan di PMKNU Cirebon
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Masyayikh Sukorejo Minta Semua Kader NU Dirangkul
Rekomendasi
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
Berita Terkini
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved