Alasan Pemerintah Tetap Gunakan Rapid Test meski Akurasi Rendah
Senin, 13 Juli 2020 - 14:12 WIB
"PCR test harus menjadi prioritas utama. Walaupun sudah ada ketentuan dari Menkes untuk dilakukan rapid test, tetap kita akan berupaya arahnya ke depan adalah untuk PCR test. Karena memang ini menjadi tingkat akuratnya paling bagus, paling tinggi," paparnya.
Doni juga mengatakan, testing, tracing dan treatment tetap menjadi prioritas. Dimana untuk testing dan tracing bukan hanya untuk orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) tapi bagi yang berpotensi menjadi orang tanpa gejala (OTD).
"OTG orang tanpa gejala yang tentunya kalau positif harus betul-betul disiplin untuk melakukan karantina atau isolasi mandiri. Termasuk juga karantina atau isolasi yang disiapkan oleh pemerintah di daerah," pungkasnya.
Doni juga mengatakan, testing, tracing dan treatment tetap menjadi prioritas. Dimana untuk testing dan tracing bukan hanya untuk orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) tapi bagi yang berpotensi menjadi orang tanpa gejala (OTD).
"OTG orang tanpa gejala yang tentunya kalau positif harus betul-betul disiplin untuk melakukan karantina atau isolasi mandiri. Termasuk juga karantina atau isolasi yang disiapkan oleh pemerintah di daerah," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :